Ads 468x60px

Populer Post



kikiyo.co.cc



New Page 1



Comments

Recent Post

Jumat, 19 Februari 2010

Kanker

• Serba Serbi Kanker

- Obat-obatan alternatif
- Penyebab & Resiko Terjadinya Kanker
- Kanker & Sistem Kekebalan
- Diagnosis Kanker
- Komplikasi Kanker
- Pengobatan Kanker
- Jenis Kanker
- Makanan Dan Kanker
- Terapi Radiasi
- Operasi Kanker
- Perkembangan dan Penyebaran Kanker
- Pencegahan Kanker
- Imunoterapi
- Gejala-gejala Kanker
- Kemoterapi
- Terapi Kombinasi
• Pencernaan

- Kanker Kerongkongan
- Kanker Lambung
- Tumor usus halus
- Kanker Kolorektal
- Kanker & Pertumbuhan Lainnya Di Mulut
- Kanker Hati Metastatik
• Ginjal & Saluran Kemih

- Kanker Ginjal
- Kanker Pelvis Renalis & Ureter
- Kanker Kandung Kemih
- Kanker Uretra
• Darah

- Leukemia (Kanker Sel Darah)
- Leukemia Limfositik Akut
- Leukemia Mieloid Akut
- Penyakit Hodgkin
- Limfoma Non-Hodgkin
- Limfoma Burkitt
- Mieloma Multipel
- Leukemia Limfositik Kronik
- Leukemia mielositik kronik
• Organ Lainnya

- Kanker leher & kepala
- Kanker Leher Metastatik
- Kanker Paru
- Kanker Tulang Primer
- Kanker Tiroid
- Melanoma Koroid
• Kulit

- Karsinoma Sel Basal
- Karsinoma Sel Skuamosa
- Melanoma
- Sarkoma Kaposi
- Penyakit Paget
• THT

- Kanker Nasofaring
- Kanker Tonsil (Amandel)
- Kanker Laring
- Kanker leher & kepala
- Kanker Leher Metastatik
• Pria

- Kanker Prostat
- Kanker Penis
- Kanker Testis
• Wanita

- Kanker Payudara
- Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks)
- Kanker Rahim
- Kanker Indung Telur
- Kanker Vulva
- Kanker Vagina
- Kanker Saluran Telur
• Anak-anak

- Tumor wilms
- Retinoblastoma
- Neuroblastoma

Gangguan Nutrisi dan Metabolisme

• Kolesterol dan Lemak

- Hiperlipidemia
- Hiperlipidemia Herediter
- Hipolipoproteinemia
- Lipidosis
- Penyakit Gaucher
- Penyakit Niemann-Pick
- Penyakit Fabry
- Penyakit Wolman
- Xantomatosis Serebrotendinosa
- Sitosterolemi
- Penyakit Refsum
- Penyakit Tay-Sach
• Masalah Gizi

- Obesitas
- Ikhtisar Gizi
- Malnutrisi
- Amiloidosis
- Tabel Tinggi Badan - Berat Badan
- Body Mass Index (BMI)
• Masalah Enzim

- Porfiria
- Porfiria Kutanea Tarda
- Porfiria Intermiten Akut
- Protoporfiria Eritropoetik
• Vitamin

- Kekurangan Asam Folat & Vitamin B12
- Kekurangan & Kelebihan Vitamin C (asam askorbat)
- Kekurangan & Kelebihan Vitamin B1 (tiamin)
- Kekurangan Vitamin B2 (Riboflavin)
- Kekurangan & Kelebihan Niasin (asam nikotinat)
- Kekurangan & Kelebihan Vitamin B6 (Piridoksin)
- Kekurangan & Kelebihan Vitamin E
- Kekurangan Vitamin K
- Kekurangan Biotin
- Vitamin & Mineral
- Kekurangan & Kelebihan Vitamin A (Retinol)
- Kekurangan & Kelebihan Vitamin D
- Vitamin
• Keseimbangan Cairan

- Keseimbangan Cairan
- Dehidrasi
- Overhidrasi (kelebihan cairan dalam tubuh)
• Mineral & Elektrolit

- Kekurangan & Kelebihan Zat Besi
- Kelebihan & Kekurangan Seng
- Kekurangan & Kelebihan Tembaga
- Kekurangan & Kelebihan Mangan
- Kekurangan & Kelebihan Molibdenum
- Kekurangan & Kelebihan Selenium
- Kekurangan & Kelebihan Yodium
- Kekurangan & Kelebihan Fluor
- Keseimbangan Garam
- Hiponatremia (kadar natrium darah yang rendah)
- Hipernatremia (kadar natrium darah yang tinggi)
- Hipokalemia (kadar kalium yang rendah dalam darah)
- Hiperkalemia (kadar kalium darah yang tinggi)
- Hipokalsemia (kadar kalsium darah yang rendah)
- Hiperkalsemia (kadar kalsium darah yang tinggi)
- Hipofosfatemia
- Hiperfosfatemia
- Hipomagnesemia
- Hipermagnesemia
- Mineral dan Elektrolit
• Keseimbangan Asam -Basa

- Keseimbangan Asam Basa
- Asidosis Metabolik
- Alkalosis Metabolik
- Asidosis Respiratorik
- Alkalosis Respiratorik

Penyakit THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan)

• Kanker Hidung dan Tenggorokan

- Kanker Nasofaring
- Kanker Tonsil (Amandel)
- Kanker Laring
• Gangguan Telinga Bagian Luar

- Kelainan Pada Telinga Luar
• Gangguan Hidung dan Sinus

- Polip Hidung
- Sinusitis
- Patah Tulang Hidung
- Deviasi septum
- Perforasi Septum
- Perdarahan Hidung (Epistaksis, Mimisan)
- Vestibulitis
- Rinitis Non-Alergika
- Kanker Paranasal Sinus
- Tonsillar Cellulitis dan Abscess
• Gangguan Telinga Bagian Dalam dan Tengah

- Otitis Media Akut
- Otitis Media Kronis
- Perforasi Gendang Telinga
- Barotitis Media (Aerotitis, Barotrauma)
- Miringitis Infeksiosa (Radang Gendang Telinga)
- Otitis Media Sekretoris
- Mastoiditis Akut
- Penyakit Meniere
- Neuronitis Vestibularis
- Vertigo Postural (Vertigo Posisional)
- Sindroma Ramsay Hunt (Herpes Zoster pada telinga)
- Tumor Saraf Pendengaran
- Tumor Telinga Luar
- Tinnitus = Telinga Mendenging
- Perichondritis
- Otitis eksternal
- Luka Bagian Luar Telinga
- Tulang Tengkorak Retak
- Sumbatan di Telinga Luar
• Penyakit Tenggorokan

- Faringitis (Radang Tenggorokan)
- Tonsilitis (Radang Amandel)
- Laringitis (Radang Pita Suara)
- Abses Peritonsiler
- Abses Parafaringeal
- Polip Pita Suara
- Nodul Pita Suara (Nodul Penyanyi)
- Contact Ulcers
- Kelumpuhan Pita Suara
- Laringokel
- Epiglotitis
• Biologi THT

- Telinga, Hidung & Tenggorokan
• Tuli dan Pendengaran Hilang

- Berkurangnya Pendengaran & Tuli
- Otosklerosis
- Ketulian Mendadak
- Berkurangnya Pendengaran Akibat Kegaduhan
- Berkurangnya Pendengaran Akibat Pertambahan Usia
- Kerusakan Telinga Akibat Obat-obatan

Penyakit Darah

• Anemia

- Anemia (Kurang darah)
- Anemia Karena Perdarahan Hebat
- Anemia Karena Kekurangan Zat Besi
- Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12
- Anemia Karena Kekurangan Asam Folat
- Anemia Karena Kekurangan Vitamin C
- Anemia karena penyakit kronis
- Anemia Hemolitik
- Anemia Karena Kelainan Pada Sel Darah Merah
- Penyakit Sel Sabit (sickle cell disease)
- Penyakit Hemoglobin C, S-C & E
- Thalassemia
• Leukemia

- Leukemia
- Leukemia Limfositik Akut
- Leukemia Mieloid Akut
- Leukemia Limfositik Kronis
- Leukemia mielositik kronis
• Kelainan Perdarahan

- Hemofilia
- disseminated intravascular coagulation
- Kelainan Perdarahan
- Telangiektasi Hemoragik Herediter
- Purpura Alergika
- Trombositopenia
- Sindroma Hemolitik-Uremik
- Disfungsi Trombosit
• Limfoma

- Penyakit Hodgkin (Limfoma Hodgkin)
- Limfoma Non-Hodgkin
- Limfoma Burkitt
- Mikosis Fungoides
• Kelainan Sel Plasma

- Kelainan Sel Plasma (Diskrasia Sel Plasma, Gammopati Monoklonal)
- Mieloma Multipel (multiple myeloma)
- Makroglobulinemia (Makroglobulinemia Waldenstrom)
• Kelainan Myeloproliferatif

- Polisitemia Vera
• Kelainan Sel Darah Putih

- Neutropenia
- Limfositopenia
- Kelainan Monosit
- Eosinofilia
• Kelainan Limpa

- Limpa Yang Pecah
- Pembesaran Limpa
- Limfadenitis
- Limfangitis Akut
• Serba Serbi Darah

- Biologi Darah
- Transfusi Darah

Penyakit Hati dan Empedu



• Gangguan Empedu

- Batu Empedu
- Kolesistitis Akut
- Kolesistitis Kronis
- Tumor Saluran Empedu
• Hepatitis

- Hepatitis
- Penyakit Hati/Hepatitis Alkoholik
- Hepatitis Virus Akut
- Hepatitis Kronis / Autoimun
- Hepatitis A
- Hepatitis B
- Hepatitis C
- Hepatitis D
- Hepatitis E
- Hepatitis G
• Tumor Hati

- Tumor Hati
- Hepatoma (Karsinoma Hepatoseluler)
- Kanker Hati Metastatik
- Hemangioma (Tumor Hati)
- Granuloma Hepatik (Hepatic Granulomas)
- Tumor Hati Hepatocellular Adenoma
- Kanker Hati Primer Lain
• Biologi Hati & Kandung Empedu

- Biologi Hati & Kandung Empedu
- Pemeriksaan Diagnostik
Untuk Penyakit Hati & Kandung Empedu
• Gangguan Pembuluh Darah Hati

- Pembesaran Hati (Hepatomegali)
- Kelainan Pada Arteri Hepatika
- Penyakit Veno-oklusif
- Sindroma Budd-Chiari
- Trombosis Vena Porta
- Kelainan Pembuluh Darah Hati
Akibat Penyakit Lain
- Ischemic Cholangiopathy
• Perlemakkan Hati, Sirosis & Gangguan Lai

- Sirosis Bilier Primer
- Kolangitis Sklerotik Primer
- Kekurangan Alfa1-Antitripsin
- Perlemakan Hati (Fatty Liver)
- Sirosis
• Manifestasi Penyakit Hati

- Gambaran Klinis Penyakit Hati
- Sakit Kuning (Jaundice)
- Kolestasis
- Hipertensi Portal
- Ensefalopati Hepatikum (Koma Hepatikum)
- Kegagalan Hati
- Asites

Penyakit kulit



• Gatal dan Ruam Noninfeksi

- Dermatitis Kontak
- Dermatitis Kronis Pada Tangan & Kaki
- Dermatitis Atopik
- Dermatitis Seboreik
- Dermatitis Numuler
- Dermatitis Herpetiformis
- Gatal-gatal
- Keratosis Pilaris
- Psoriasis
- Pitiriasis Rosea
- Liken Planus
- Dermatitis Eksfoliatif Generalisata
- Dermatitis Stasis
- Neurodermatitis (Dermatitis Garukan Terlokalisir, Liken Simpleks Kronis)
- Drug Rashes
- Eritema Multiformis
- Granuloma Annuler
- Rosaea
- Dermatitis Perioral
- Jenis-Jenis Psoriasis
• Kelainan kelenjar minyak

- Jerawat
- Lipedema
• Kelainan Rambut

- Hirsutisme (rambut berebihan)
- Kebotakan (alopesia)
- Psedofolikulitis Barbae
- Bulu/Rambut Tubuh Berlebihan (Excessive Hairiness)
- Rambut yang Tumbuh Ke Dalam
• Infeksi Parasit

- Skabies (infeksi tungau)
- Infestasi Kutu (Pedikulosis)
- Creeping Eruption (Migrasi Larva Kutaneus)
• Infeksi Jamur

- Kadas / Kurap
- Kandidiasis (Moniliasis)
- Tinea Versikolor (panu)
• Kanker Kulit

- Karsinoma Sel Basal
- Karsinoma Sel Skuamosa
- Melanoma
- Sarkoma Kaposi (kanker pembuluh darah kulit)
- Penyakit Paget
• Pertumbuhan Jinak

- Dermatofibroma (tumor kulit jinak)
- Tumor kulit jinak Keratoakantoma
- Tahi Lalat (Nevi)
- Tahi Lalat Atipik (Nevi Displastik)
- Skin Tags
- Lipoma (tumor kulit jinak endapan lemak)
- Angioma (tumor jinak pembukuh darah/pembuluh getah bening)
- Granuloma Piogenik
- Keratosis Seboroik (tumor jinak kulit luar)
- Keloid (keloidosis)
- Kapalan & Kutil
- Kista Sebasea (Kista Keratinosa)
- Kista Epidermis (Epidermal Cysts)
• Infeksi Bakteri

- Selulitis
- Fasitis Nekrotisasi
- Abses Kulit (Abses Kutaneus)
- Impetigo
- Follikulitis, Bisul & Karbunkel
- Erisipelas
- Selulitis
- Sindroma Kulit Terbakar Karena Stafilokokus
- Eritrasma
- Infeksi Kulit Necrotizing
- Lymphadenitis
- Lymphangitis
• Kelainan Kulit Permukaan

- Kulit Kering
• Kelainan Pigmentasi

- Albinisme (albino)
- Vitiligo
- Melasma (Chloasma, Topeng Kehamilan)
• Gatal dan Ruam Noninfeksi

- Nekrolisis Epidermal Toksika
- Eritema Nodosum
- Ulkus Dekubitus (Bedsores)
• Kelainan Keringat

- Biang Keringat
- Keringat Berlebihan (Hiperhidrosis)
- Kurang Berkeringat
• Infeksi Virus

- Kutil (Veruka)
- Molluskum Kontagiosum
• Gangguan Kulit Lain

- Pemfigus
- Bulosa Pemfigoid
• Penyakit Kuku

- Paronikia
- Onikomikosis
- Tumor Pada Kuku
- Biologi Kuku
- Kelainan Bentuk dan Perubahan Warna Kuku
- Trauma
- Infeksi Pada Kuku
- Paronychia Kronis
- Sindrom Kuku Hijau
- Verruca vulgaris pada kuku
- Kuku Jari Kaki yang Tumbuh ke Dalam
• Kerusakan Kulit Akibat Sinar Matahari

- Sinar Matahari & Kerusakan Kulit
- Kerusakan Kulit akibat Sinar Matahari
- Luka Bakar Matahari (Sunburn)
- Reaksi Fotosensitivitas

Penyakit Paru-paru dan Saluran Pernafasan

• Bronkitis, Bronkiektasis dan Atelektasis

- Bronkitis
- Bronkientasis (Bronchiectasis)
- Atelektasis (Atelectasis)
• Sleep Apnea

- Obstructive Sleep Apnea
• Emboli Paru

- Emboli Paru
• Kelainan Pleura

- Efusi Pleura
- Kolaps Paru-Paru (Pneumothorax)
- Pleurisi (radang pleura)
• Paru-paru

- Kanker Paru
- Abses Paru
- Fibrosis Kistik
• Penyakit Alergi Pada Paru-paru

- Pneumonitis Hipersensitivitas (Pneumonitis Interstisial Alergika)
- Pneumonia Eosinofilik
- Aspergilosis Bronkopulmoner Alergika (ABPA)
- Granulomatosis Pulmoner Wegener
- Sindroma Goodpasture (Sindroma Ginjal Paru)
• Penyakit Paru Akibat Pekerjaan

- Silikosis (Silicosis)
- Paru-paru Hitam (penyakit pekerja tambang)
- Asbestosis
- Berilliosis (Beryllium Disease)
- Asma Karena Pekerjaan
- Bissinosis (Byssinosis)
- Pneumonitis Kimia
- Pneumokoniosis Jinak (Benign Pneumoconioses)
- Penyakit Paru Akibat Pekerjaan
- Paru-paru Flock Worker
• Penyakit Paru Obstruktif

- Asma
- Penyakit Paru Obstruktif Menahun
(PPOM)
• Penyakit Paru-paru Infiltratif

- Fibrosis Pulmoner Idiopatik
- Histiositosis X (Langerhans' cell granulomatosis)
- Hemosiderosis Pulmoner Idiopatik
- Proteinosis Alveolar Pulmoner (Alveolar Proteinosis)
- Sarkoidosis (Sarcoidosis)
- Radang Paru Perokok (Desquamative Interstitial Pneumonia)
• Pneumonia

- Pneumonia (radang paru)
- Pneumonia Stafilokokus
- Pneumonia Bakteri Gram Negatif
- Pneumonia Karena Hemophilus influenzae
- Penyakit Legionnaire (Legionella pneumonia; Pontiac fever)
- Pneumonia Atipik (Walking pneumonia)
- Psittakosis (Demam Burung Beo)
- Pneumonia Virus
- Pneumonia Jamur
- Pneumonia Pneumokistik (Pneumokistosis)
- Pneumonia Aspirasi (Aspiration pneumonia)
- Pneumonia Pneumokokus
• Saluran Pernafasan

• Sindroma Gawat Pernafasan Akut

- Sindroma Gawat Pernafasan Akut
- Kegagalan Pernafasan

Penyakit Sistem Pencernaan

• Pemeriksaan Diagnostik Untuk Saluran Pen

- Pemeriksaan Diagnostik Untuk Saluran Pencernaan
• Hernia, Bezoar dan Benda Asing

• Tumor Pada Sistem Pencernaan

- Kanker Lambung
- Kanker usus halus
- Polip Di Usus Besar & Rektum
- Poliposis Familial
- Kanker Kolorektal (rektum)
- Kanker Kerongkongan (Esophageal Cancer)
- Kanker Perut
- Kanker Pankreas
- Tumor Kerongkongan Nonkanker
- Tumor Perut Nonkanker
- Kanker Anus
- Avascular Necrosis pada Tulang
- Polip Kolorektal
• Ulkus Peptikum

• Gangguan Esofagus

- Luka Pada Kerongkongan
Akibat Bahan-bahan Korosif
- Bau Mulut (Halitosis)
- Kanker Kerongkongan
- Disfagia (kesulitan menelan) Karena Kelainan Tenggorokan
- Cincin Kerongkongan Bagian Bawah (Cincin Schatzki)
- Selaput Kerongkongan (Sindroma Plummer-Vinson, Disfagia Sideropenik)
- Disfagi Lusoria
- Penyebab Lain Dari Penyumbatan Kerongkongan
- Kejang Kerongkongan Yang Tersebar
- Akalasia (Kardiospasme, Esophageal aperistaltis, Megaesofagus)
- Refluk Asam (Refluks Gastroesofageal)
- Kantong Kerongkongan (Divertikula)
- Hernia Hiatal
- Robekan Pada Kerongkongan
• Divertikulosis

- Divertikulosis
- Divertikulitis
• Penyakit Pembengkakan Usus Besar (IBD)

- Penyakit Crohn (Enteritis Regionalis, Ileitis Granulomatosa, Ileokolitis)
- Kolitis Ulserativa
- Hernia/Burut Dinding Perut
- Collagenous Colitis dan Lymphocytic Colitis
- Ischemic Colitis
- Radang Usus Besar (Diversion Colitis)
• Penyakit Pada Pankreas

- Adenokarsinoma Pankreas
- Insulinoma
- Gastrinoma
- Glukagonoma
- Radang Pankreas/ Pankreatitis Akut
- Pankreatitis Kronis
- Vipoma
• Gangguan Rektum & Anus

- Fissura Anus
- Hemoroid (Wasir/Ambeien)
- Proktitis (radang lapisan rektum)
- Penyakit Pilonidal
- Prolapsus Rektum
- Abses Anorektal
- Fistula Anorektal (Fistula in ano)
- Gatal Anus (Pruritus ani)
- Benda Asing Di Rektum & Anus
- Sindrom levator (Levator syndrome)
• Gangguan Pencernaan Darurat

- Abses Abdomen
- Perdarahan Saluran Pencernaan
- Nyeri Perut
- Penyumbatan Mekanis Pada Usus
- Ileus
- Apendisitis (radang usus buntu)
- Peritonitis (radang selaput rongga perut)
- Perforasi/Perlubangan
- Irritable Bowel Syndrome (IBS)
• Gangguan Lambung

- Irritable Bowel Syndrome
- Perdarahan Pada Kelainan Arteriovenosa
- Maag/Gastritis (radang lapisan lambung)
- Ulkus Peptikum
- Gastroesophageal Reflux (GERD)
• Gangguan Perut

- Dispepsia
- Mual & Muntah
- Regurgitasi
- Sensasi Globus (Histeria globus)
• Gangguan Penyerapan Nutrisi

- Sindrom Malabsorbsi
- Intoleransi Terhadap Gula
- Penyakit Seliak
- Tropical Sprue (Sariawan Tropikal)
- Penyakit Whipple (Lipodistrofi Intestinal)
- Limfangiektasi Intestinal (Hipoproteinemi Idiopatik)
- Short Bowel Syndrome
- Sindrom Pertumbuhan Bakteri Berlebihan
• Gastroenteritis

- Botulisme
- Keracunan Makanan
Karena Clostridium perfringen
- Kolitis Karena Antibiotik
- Gastroenteritis
- Kolitis Hemoragika
- Keracunan Makanan
Yang Mengandung Stafilokokus
- Traveler's Diarrhea (Flu Usus, Grippe, Turista)
- Keracunan Bahan Kimia Dalam Makanan
- Gastroenteritis
Sebagai Efek Samping Dari Obat
• Kelainan Buang Air Besar

- Sembelit
(Konstipasi)
- Inersia Kolon
- Diskezia
- Diare
- Inkontinensia Tinja (buang air besar tidak terkendali)
- Flatulensi (perut kembung)
• Biologi Sistem Pencernaan

- Biologi Sistem Pencernaan

Penyakit Otak dan Saraf

• Penyakit yang disebabkan Prion

- Penyakit Creutzfeldt-Jakob (Sapi Gila)
- Penyakit Gerstmann-Straussler-Scheinker
- Kuru
• Sakit Kepala

- Sakit Kepala
- Sakit Kepala Tension
- Sakit Kepala Migren
- Sakit Kepala Cluster
• Stroke

- Stroke Iskemik
- Perdarahan Intrakranial
- Serangan Iskemik Sesaat
- Hemorrhagic Stroke
- Intracerebral Hemorrhage
- Subarachnoid Hemorrhage
• Pusing dan Vertigo

- Vertigo
- Pusing (Pening)
- Benign Paroxysmal Positional Vertigo (Benign Positional Vertigo)/BPPV
• Kelainan Saraf Kranial

- Neuralgia Trigeminal (tic douloureux)
- Neuralgia Glossofaringeal
- Bell's Palsy
- Paralisa Bell
- Conjugate Gaze Palsy
- Diffuse Axonal Injury
- Kejang hemifacial (Hemifacial Spasm)
- Gangguan pada saraf Hypoglossal (Hypoglossal Nerve Disorders)
- Internuclear Ophthalmoplegia
- Kelumpuhan Syaraf Kranial yang mengontrol Pergerakan Mata
- Kelumpuhan syaraf cranial ke-3 (syaraf oculomotor)
- Kelumpuhan syaraf cranial ke-3 (syaraf Trochlear)
- Kelumpuhan syaraf cranial ke-6 (syaraf abducens)
• Infeksi Otak & Medula Spinalis

- Meningitis Kronis
- Infeksi Virus
- Abses Otak
- Empiema Subdural
- Infeksi Parasit Pada Otak & Medula Spinalis
- Cavernous Sinus Thrombosis
• Gangguan Tidur

- Hipersomnia
- Narkolepsi
- Insomnia (kesulitan tidur)
- Sindroma Tidur Apneu
- Parasomnia
• Multiple Sklerosis

- Sklerosis Multipel (multiple sclerosis)
- Penyakit Demyelination Primer Lain
• Kelainan Gerak

- Mioklonus multifokal
- Sindroma Tourette
- Penyakit Huntington (korea Huntington)
- Distonia
- Tremor
- Kram
- Kecegukan (Hiccups)
- Korea & Atetosis
- Penyakit Parkinson
- Kelumpuhan Supranuklear Progresif
- Sindroma Shy-Drager
- Kelainan Koordinasi
- Ataksia (ataxia)
- Parkinsonism
- Multiple System Atrophy
- Gerenyet (Tics)
- Chorea, Athetosis, dan Hemiballismus
• Kelainan Saraf Tepi

- Miastenia Gravis (Myasthenia Gravis)
- Mononeuropati (kerusakan saraf perifer)
- Sindroma guillain-barr (Polineuritis asendens akut)
- Kelainan Perangsangan Otot
- Kelainan Pleksus
- Sindroma Saluran Torakikus
- Polineuropati
- Neuropati Herediter
- Atrofi Muskuler Spinalis
- Gangguan Perangsangan Otot
- Multiple Mononeuropathy
- Gangguan Simpul Neuromuskular
- Botulisme
- Sindrom Eaton-Lambert
• Gangguan Otot

- Miopati Miotonik
- Penyakit Penimbunan Glikogen
- Miastenia Gravis
• Penyakit Medula Spinalis

- Cedera Medula Spinalis Akibat Kecelakaan
- Kompresi Medula Spinalis
- Spondilosis Servikalis
- Kista Medula Spinalis & Otak
- Mielitis Transversus Akut
- Gangguan Aliran Darah Ke Medula Spinalis
- Hematoma Spinalis
- Kelainan Akar Saraf Medula Spinalis
- Ruptur Diskus Vertebralis
- Hereditary Spastic Paraparesis (HSP)
- Syrinx
- Tropical Spastic Paraparesis/HTLV-1 yang Berhubungan dengan Myelopathy
- Degenerasi Kombinasi Subakut
• Nyeri

- Nyeri
- Herniated nucleus pulposus (slipped disk)
- Sciatica
- Nyeri Punggung Bawah
• Kejang

- Kejang
- Epilepsi
• Cedera Kepala

- Cedera Kepala
- Tengkorak Retak
- Luka Memar dan Goresan pada Otak
- Gegar Otak
• Tumor Pada Sistem Saraf

- Tumor Otak
- Tumor Medula Spinalis
- Neurofibromatosis
- Sindroma Paraneoplastik
- Kerusakan Sistem Saraf Karena Penyinaran
• Gangguan Kesadaran

- Stupor & Koma
• Gangguan Mental

- Delirium
- Demensia
- Alzheimer
• Kelainan Panca Indra

- Kelainan Penciuman & Pengecapan

Penyakit Mata

• Gangguan Kornea

- Ulkus Kornea
- Keratokonjungtivitis Vernalis
- Keratokonjungtivitis Sikka
- Keratitis Pungtata Superfisialis
- Keratitis Ulserativa Perifer
- Keratomalasia
- Keratokonus
- Keratopati Bulosa (Pembengkakan Kornea)
- Infeksi Herpes Simpleks Pada Kornea
- Infeksi Herpes Zoster Pada Kornea
- Keratokonjungtivitis Sikka
• Gangguan Kelopak & Kelenjar Mata

- Tumor Kelopak Mata
- Dakriosistitis (infeksi kantong air mata)
- Hordeolum (Stye)
- Kalazion
- Entropion & Ektropion
- Blefaritis
- Dakriostenosis
- Pembengkakan Kelopak Mata
- Trichiasis
- Canaliculitis
• Gangguan Konjugtiva

- Konjungtivitis
- Tumor Jinak Konjungtiva
- Trakoma
- Oftalmia Neonatorum (Konjungtivitis Neonatorum)
- Episkleritis
- Skleritis (Radang Bagian Putih Mata)
- Alergi Mata Merah (Allergic Conjunctivitis )
• Gangguan Retina

- Retinopati Diabetikum
- Kelainan Pembuluh Darah Retina
- Endoftalmitis
- Retinitis Pigmentosa
- Kemunduran/Degenerasi Makula
- Ablasio Retina
- Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)
- Retinopati Hipertensi (Hypertensive Retinopathy)
- Pelepasan Retina
- Sumbatan Arteri dan Vena Retina Pusat
- Kanker yang Mempengaruhi Retina
• Gangguan Mata Lain

- Katarak
- Glaukoma
- Kelainan Refraktif
- Cedera Mata
- Uveitis (Radang Uvea)
- Melanoma Koroid
- Mata & Penglihatan
- Cedera Bola Mata
- Iritis Trauma dan Iritis Kimia
• Gangguan Rongga Mata

- Patah Tulang Orbita
- Selulitis Orbitalis
- Trombosis Sinus Kavernosus
- Eksoftalmos (Penonjolan Bola Mata Abnormal)
- Infeksi Rongga Mata (Orbital Cellulitis)
- Pembengkakan Rongga Mata
• Gangguan Saraf Optik

- Kelainan Saraf Optikus
- Gangguan Saraf Optik
- Optic Neuritis

Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

• Irama Jantung Abnormal

- Irama Jantung Abnormal
- Debar Ektopik Atrium
- Fibrilasi Atrium dan Debar Atrium
- Sick sinus syndrome
- Atrial Premature Beats
- Fibrilasi Ventrikular
- Takikardi ventrikular
- Wolf-Parkinson-white Syndrome
- Penyumbatan Jantung
- Paroxysmal Supraventricular Tachycardia (SVT, PSVT)
- Blokade Berkas Cabang (Bundle Branch Block)
• Biologi Jantung & Pembuluh Darah

- Biologi jantung & pembuluh darah
- Efek Penuaan Pada Jantung Dan Pembuluh Darah
• Tekanan Darah Tinggi

- Tekanan Darah Tinggi
(Hipertensi)
• Penyakit Arteri Koroner

- Penyakit Jantung Koroner
- Angina
- Serangan Jantung
• Kelainan Vena & Sistem Limfati

- Varises Vena (Varicose Veins)
- Trombosis vena dalam
- Flebitis Superfisialis
- Fistula Arteriovenosa
- Limfedema (Lymphedema)
• Kardiomiopati

- Kardiomiopati
- Kardiomiopati kongestif yang melebar
- Hipertrofi Kardiomiopati
- Kardiomiopati Restriktif
• Kelainan Katup Jantung

- Kelainan Katup Jantung
- Regurgitasi Katup Mitral
- Prolaps Katup Mitral (Mitral Valve Prolapse (MVP))
- Stenosis Katup Mitral
- Regurgitasi Katup Aorta(Inkompetensia Aorta, Insuffisiensi Aorta, Aortic Regurgitation)
- Stenosis Katup Aorta (Aortic Stenosis)
- Regurgitasi Katup Trikuspidalis (Inkompetensia Trikuspidalis, Insuffisiensi Trikuspidalis),(Tricuspid Regurgitation)
- Stenosis Katup Trikuspidalis (Tricuspid Stenosis)
- Stenosis Katup Pulmoner (Pulmonic Stenosis)
• Aterosklerosis

- Aterosklerosis (Atherosclerosis)
• Gagal Jantung

- Gagal Jantung
• Penyakit Perikardium

- Perikarditis akut
- Perikarditis Kronis
• Endokarditis

- Endokarditis Infektif
- Endokarditis Non-infektif
• Tekanan Darah Rendah

- Tekanan Darah Rendah / Hipotensi
- Pingsan (sinkop)
- Hipotensi Ortostatik (Orthostatic Hypotension)
- Postprandial Hypotension
• Syok

- Syok (Shock)
• Penyakit Arteri Perifer

- Penyakit Aorta Abdominalis & Percabangan
- Penyakit Arteri Tungkai & Lengan
- Penyakit Buerger
- Penyakit Raynaud & Fenomena Raynaud
- Akrosianosis (Acrocyanosis)
- Erythromelalgia
• Diseksi Aneurisma Aorta

- Aneurisma (Aneurysms)
- Aneurisma Aorta Perut
- Aneurisma Aorta Dada
- Diseksi Aorta
• Tumor Jantung

- Tumor jantung
- Tumor Jantung
- Kanker Tumor

Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih

• Gagal Ginjal

- Gagal Ginjal Akut
- Gagal Ginjal Kronis
- Dialisa
• Kanker Ginjal & Saluran Kemih

- Kanker Ginjal
- Kanker Pelvis Renalis & Ureter
- Kanker Kandung Kemih
- Kanker Uretra
- Trauma Saluran Kemih
• Infeksi Saluran Kemih

- Uretritis
- Sistitis
- Sistitis Interstisialis
- Ureteritis
- Pielonefritis
- Bacteriuria tanpa Gejala
• Penyumbatan Saluran Kemih

- Batu Saluran Kemih
- Hidronefrosis
• Gangguan Penyaringan Ginjal

- Nefritis
- Glomerulopati
- Sindroma Nefritik Akut
- Sindroma Nefritik Progresif
- Sindroma Nefrotik
- Sindroma Nefritik Kronik
- Nefritis Tubulointerstisialis Akut
- Nefritis Tubulointerstisialis Kronis
• Gangguan Berkemih

- Inkontinensia Uri
- Tidak Mampu Menahan Berkemih/Incontinence Pada Anak
• Gangguan Metabolik & Kongenita

- Asidosis Tubulus Renalis
- Glikosuria Renalis
- Diabetes Insipidus Nefrogenik
- Sindroma Fanconi
- Sistinuria
- Rakitis Yg Resisten
Terhadap Vitamin D
- Penyakit Hartnup
- Sindroma Barttner
- Sindroma Liddle
- Penyakit Ginjal Polikista
- Penyakit Kista Meduler
- Ginjal Bunga Karang Meduler
- Sindroma Alport
- Sindroma Nail-patella
- Hypophosphatemic Rickets
• Gangguan Pembuluh Darah Ginjal

- Infark ginjal
- Penyakit Ginjal Ateroembolik
- Nekrosis Kortikalis
- Nefrosklerosis Maligna
- Trombosis Vena Renalis
• Biologi Ginjal & Saluran Kemih

- Kandung Kemih Neurogenik
- Biologi Ginjal & Saluran Kemih
• Luka Pada Saluran Kemih

- Luka Saluran Kemih
- Luka Urethral
- Luka Ginjal
- Luka Kandung Kemih

Gangguan Hormon

• Kelainan Kelenjar Tiroid

- Hipertiroidisme
- Hipotiroidisme
- Tiroiditis (radang kelenjar tiroid)
- Tiroiditis Hashimoto (Tiroiditis autoimun)
- Tiroiditis Granulomatosa Subakut
- Tiroiditis Limfosotik Laten
- Kanker Tiroid
- Kelenjar Tiroid
- Sindroma Sakit Eutiroid
• Kelainan Kelenjar Hipofisa

- Sindroma Empty Sella
- Hipopituitarisme
- Diabetes Insipidus
- Akromegali
- Galaktore
- Kelenjar Hipofisa
• Gangguan Endokrin

- Diabetes Mellitus
- Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)
- Sindroma Neoplasia Endokrin Multipel
- Sindroma Defisiensi Poliglanduler
- Karsinoid
• Kelainan Kelenjar Adrenal

- Kelenjar adrenal yg kurang aktif
- Kelenjar Adrenal Yg Terlalu Aktif
- Feokromositoma
- Cushing's Syndrome
- Virilization
- Hyperaldosteronism
- Sistem Kekebalan Tubuh 2
- Kekebalan Tubuh Khusus
- Penyakit Addison
• Hormon & Sistem Endokrin

- Hormon & Sistem Endokrin

Penyakit Tulang, Sendi dan Otot

• Persendian Charcot

- Penyakit Jaringan Ikat Campuran
- Persendian Charcot (Penyakit Sendi Neuropatik)
• Gangguan Tangan

- Sindrom Carpal Tunnel
- Ganglia
- Penyakit Kienböck's
- Sindrom bahu-tangan
- Sindrom Cubital Tunnel
- Infeksi
- Infeksi pada Tangan
- Sindrom Radial Tunnel
- Kelainan Bentuk Tangan
• Muscular Dystrophy

- Kelemahan Otot
- Distrofi Otot Duchenne & Becker
- Kelumpuhan Berkala
- Miopati Bawaan (Congenital Myopathies)
• Osteoarthritis

- Osteoartritis
• Rheumatoid Arthritis

- Artritis Rematoid
• Tumor Tulang

- Tumor Tulang Non-Kanker
- Kanker Tulang Primer
- Tumor Tulang Metastatik
• Penyakit Paget Pada Tulang

- Penyakit Paget Pada Tulang (Osteitis deformans)
• Kelainan Sendi & Jaringan Ikat

- Radang Sendi Psoriasis / Artritis Psoriatik (Psoriatic Arthritis)
- Lupus Eritematosus Diskoid
- Lupus Eritematosus Sistemik
- Skleroderma (Sklerosis Sitemik)
- Sindroma Sjögren
- Polimiositis & Dermatomiositis
- Polikondritis Kambuhan
- Vaskulitis (radang pembuluh darah)
- Poliarteritis Nodosa
- Polimialgia Rematika
- Arteritis Temporalis (Giant Cell Arteritis, Arteritis Sel Raksasa)
- Granulomatosis Wegener
- Sindroma Reiter
- Sindroma Behcet
- Spondilitis Ankilosing
- Eosinophilic Fasciitis
- Penyakit Jaringan Penghubung Tercampur
• Infeksi Tulang & sendi

- Osteomielitis
- Artritis Infeksiosa
• Osteoporosis

- Osteoporosis
• Gout & Pseudogout

- Gout
- Pseudogout
• Masalah Kaki

- Pergelangan Kaki Yang Terkilir
- Patah Tulang Kaki
- Taji Pada Tumit
(Heel Spurs)
- Penyakit Sever
- Bursitis Tendo Achilles Posterior
- Bursitis Tendo Achilles Anterior
- Neuralgia Tibialis Posterior
- Nyeri Pada Jantung Kaki
- Kuku Jari Kaki Yang Tumbuh Ke Dalam
- Perubahan Warna Kuku
- Sesamoiditis
- Sindrom Tarsal Tunnel
- Hammer Toe : Jari Kaki Palu
- Hallux Valgus dan Bunion
- Corn dan Callus
• Penyakit Otot, Bursa & Tendon

- Tortikolis Spasmodik
- Sindroma Fibromialgia (Fibromiositis)
- Bursitis
- Tendinitis & Tenosinovitis
- Patah Tulang (fraktur)
- De Quervain's Syndrome
- Kram Otot
- Kista Baker
• Cedera Olah Raga

- Cedera Olah Raga
- Patah Tulang Kaki Karena Tekanan (stress fracture)
- Shin Splints Bidai Tulang Kering
- Cedera Urat Lutut/Hamstring
- Punggung Atlet Angkat Besi
- Epikondilitis Lateralis (Backhand tennis elbow)
- Epikondilitis medialis (Forehand tennis elbow)
- Tendinitis Rotator Cuff
- Tendinitis Poplitealis
- Tendinitis Achilles

Masalah Kesehatan Wanita

• Kanker Pada Sistem Reproduksi Wanita

- Kanker Leher Rahim (serviks)
- Kanker Rahim
- Kanker Indung Telur
- Kanker Vulva
- Kanker Vagina
- Kanker Saluran Telur
- Mola Hidatidosa (Hamil Anggur)
- Kista Indung Telur
• Gangguan Payudara

- Kanker Payudara
- Mastalgia (Nyeri Payudara)
- Kista Payudara
- Penyakit Payudara Fibrokista
- Fibroadenoma
- Infeksi & Abses Payudara
- Penyakit Paget Pada Puting Susu
- Sistosarkoma Filodes
- Nipple Discharge
• Gangguan Sistem Reproduksi Wanita

- Vaginitis & Vulvitis
- Penyakit Radang Panggul
- Endometriosis
- Penyakit-penyakit Yg Bisa Mempersulit Kehamilan
- Kontraksi & Persalinan
- Nyeri Panggul
- Fibroid
• Sistem Reproduksi Wanita

- Hormon & Reproduksi
- Sistem Reproduksi Wanita
- Efek Penuaan pada Wanita
- Pubertas
- Alat Kelamin Luar
• Disfungsi Seksual Wanita

- Vaginismus
- Keengganan Untuk Melakukan Hubungan Seks
- Kelainan Gairah Seksual Pada Wanita
- Orgasme Yang Terhambat
- Dispareunia (Dyspareunia)
- Penurunan Libido pada Wanita
- Gangguan Orgasme
• Keluarga Berencana

- Keluarga Berencana (KB)
- Sterilisasi
- Aborsi
- Kontrasepsi
• Kemandulan

- Kemandulan
- Masalah Dengan Lendir Pada Servik
- Masalah Ovulasi
- Masalah Tuba Falopi
• Melahirkan dan Komplikasinya

- Komplikasi Persalinan
- Masalah Janin dan Bayi Baru Lahir
- Masalah Yang Mempengaruhi Wanita
- Prosedur Persalinan dan Melahirkan
- Masalah Waktu Persalinan
• Menopause

- Menopause
- Menopause Dini
• Gangguan Menstruasi dan Pendarahan

- Sindroma Premenstruasi (PMS)
- Dismenore
- Amenore (tidak menstruasi)
- Perdarahan Rahim Akibat Kelainan Fisik
- Perdarahan Rahim Disfungsional
- Sindroma Ovarium Polikista (Sindroma Stein-Leventhal)
• Melahirkan Normal

- Melahirkan
- Menentukan Kehamilan dan Waktu Melahirkan
- Persalinan
• Kehamilan Normal

- Obat-obatan Yg Dilarang Digunakan Selama Kehamilan
- Kehamilan
- Mengurus Diri Sendiri Sewaktu Hamil
- Perubahan Fisik Wanita Hamil
- Tahap Perkembangan Bayi
• Pasca Persalinan

- Pasca Persalinan
- Depresi Setelah Melahirkan
- Perawatan Di Rumah Setelah Melahirkan
- Gangguan Tiroid
- Ibu Melahirkan Menginap di Rumah Sakit
- Infeksi Pada Melahirkan
- Gumpalan Darah
• Kehamilan Resiko Tinggi

- Kehamilan Resiko Tinggi
- Komplikasi Kehamilan
- Keguguran
- Faktor Resiko yang Ada Sebelum Kehamilan
- Faktor Resiko Yang Berkembang Selama Kehamilan

Brokoli Kaya Vitamin

Sering orang salah membedakan brokoli dan kembang kol. Hal itu disebabkan bentuknya yang hampir sama. Hanya warnanya yang berbeda. Brokoli berwarna hijau, sedangkan kembang kol putih. Tak hanya warna. Keduanya juga mempunyai perbedaan kandungan vitamin. “Kandungan vitamin dan antioksidan brokoli lebih tinggi dibanding kembang kol,” ujar Eny Sayuningsih SKM MKes. Namun, pada dasarnya semua sayuran mengandung vitamin. Vitamin berfungsi mengatur metabolisme tubuh. Dari sekian banyak jenis sayuran, brokoli termasuk yang mengandung banyak vitamin. “Di antaranya, vitamin A (betakaroten) dan C,” kata kepala instalasi gizi RSU Haji Surabaya itu. Selain vitamin, sayuran berwarna hijau tersebut mempunyai kandungan lain. Misalnya, serat, antioksidan, karbohidrat, besi, kalsium, dan mineral. Brokoli juga mempunyai beberapa manfaat lain. Yaitu, mempercepat penyembuhan penyakit yang mengakibatkan daya tahan tubuh menurun. Sayur ini juga bermanfaat mencegah serta menghambat perkembangan sel-sel kanker dalam tubuh. Terutama, penyakit kanker yang berkaitan dengan hormon. Misalnya, kanker payudara dan kanker prostat. “Bahkan, bagi lansia, sayuran yang satu ini sangat bagus untuk dikonsumsi,” tuturnya.Yang perlu diwaspadai adalah cara pengolahan brokoli. Jika ingin dioseng, jangan terlalu banyak menggunakan minyak. Atau, sajikan dalam bentuk jus brokoli. “Jika tidak suka dengan rasanya, bisa ditambahkan jeruk lemon yang juga mengandung vitamin C,

Informasi Penting!!!

Brokoli atau Brassica oleracea L. adalah sayuran yang masuk golongan kubis-kubisan. Bentuknya mirip dengan kembang kol, hanya saja kuntum brokoli berwarna hijau tua, sedangkan kembang kol berwarna putih.
Konon asalnya dari daerah Mediterania. Asal tahu saja, sejak jaman Yunani kuno tanaman ini sudah dibudidayakan. Brokoli masuk ke Indonesia sekitar tahun 1970an. Saat ini dengan mudah kita bisa membeli brokoli bahkan di pasar tradisional sekalipun.
Tanaman ini tumbuh subur di daerah pegunungan, yang biasanya dingin itu. Di Indonesia sentra produksi brokoli antara lain di Lembang – Jawa Barat dan Batu – Malang.
brokoli biasanya direbus atau dikukus. Namun ada juga yang melalapnya mentah-mentah. Tak seperti kembang kol yang sering berbau agak pesing dan tawar, Brokoli ini lebih manis dan segar.
Kandungan NutrisiBrokoli mengandung banyak vitamin, mineral dan serat. Si kuntum hijau ini juga diyakini mampu mencegah berbagai penyakit termasuk kanker dan tekanan darah tinggi.
Vitamin yang paling menonjol terdapat di brokoli adalah vitamin C, vitamin A, dan vitamin K. Sedangkan kandungan mineralnya antara lain kalsium, phospor, potassium dan manganese. Dalam satu sajian sekitar 100 gr, brokoli menyumbang asupan 5% protein dan 10% serat dari total kebutuhan tubuh.
Memilih & Menyiapkan BrokoliMemilih brokoli mudah saja. Secara kasat mata pilih yang kuntumnya hijau tua dan segar. Biasanya brokoli dijual berikut bonggolnya. Tekan bonggol ini dengan kuku, kalau masih cukup empuk, brokoli masih cukup muda dan tepat untuk dimasak.

Brokoli Mencegah Stroke


Tumbuhan brokoli dikenal dengan nama latin Brassica Oleracea Var Italica. Selain mengandung sulforafan, sebuah senyawa pencegah penyakit kanker. Tumbuhan ini juga diketahui menyimpan kandungan lemak, protein, karbohidrat, serat, air, zat besi, kalsium, mineral, dan bermacam vitamin (A, C, E, Vitamin, ribofalvin, nikotinamide). Karena keistimewaannya itulah, tak heran bila brokoli dinobatkan sebagai tanaman obat. Persepsi ini diperkuat oleh Dr. Setiawan Dharlimantha, dalam bukunya yang berjudul “Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2”. Dalam buku tersebut, ia menyatakan brokoli berkhasiat mempercepat penyembuhan penyakit serta mencegah dan menghambat perkembangan sel-sel kanker di dalam tubuh, terutama penyakit kanker yang berkaitan dengan hormon, seperti kanker payudara pada wanita, dan kanker prostat yang mengancam pria. Kegunaan lain, brokoli dianggap mampu mencegah serangan stroke. Terbukti melalui penelitian yang dilakukan tim epidemologi dari Harvard University, tanaman yang cocok tumbuh di dataran tinggi ini sangat baik dikonsumsi penderita kencing manis. Kandungan chromium dan seratnya dapat mengatur kadar gula darah. Bahkan katanya bila brokoli dikonsumsi sejak muda, dapat mencegah penyakit pengeroposan tulang (osteoporosis) di usia tua. Karena dengan zat yang ada didalamnya, brokoli dipercaya dapat memperkuat sel-sel tulang. Brokoli dikenal juga berkasiat menghadang penyakit kulit seperti abses atau bisul. Nah, bila Anda rentan terkena infeksi kulit, tak usah ragu, perbanyaklah menyantap brokoli.Untuk pengobatan atau mempercepat kesembuhan, brokoli bisa disantap sebagai sayuran tersendiri atau dimasak bersama sayuran lain. Untuk mendapatkan khasiat brokoli secara optimal, dianjurkan mengolahnya dengan cara diblansir (rebus sebentar) atau dikonsumsi dalam bentuk jus. Apabila menginginkan fungsi brokoli untuk mempercepat penyembuhan penyakit. Maka sediakan brokoli ukuran sedang. Potongan-potongan seperlunya. Kemudian cuci sampai bersih. Masak air, Setelah air mendidih, blansir brokoli selama dua menit. Setelah itu, angkat dan tiriskan. Brokoli siap disantap bersama nasi. Mohon diingat, jangan rebus brokoli terlalu lama, karena bisa merusak khasiatnya. Kemudian bila ingin merasakan manfaat brokoli saat nyeri haid, bisa menyantap brokoli yang telah diblansir atau dalam bentuk jus sejak tiga hari menjelang haid, hingga haid berakhir.

Masalah Kesehatan Pria

• Biologi Sistem Reproduksi Pria

- Sistem Reproduksi Pria
• Gangguan Penis

- Priapisme (ereksi nyeri & Menetap)
- Kanker Penis
- Kelainan Penis
- Penyakit Peyronie
- Luka Pada Penis
- Penyempitan Saluran Urethra
- Pertumbuhan Pada Penis
- Pembengkakan Pada Penis
• Gangguan Prostat

- Pembesaran Prostat Jinak (BPH, Benign Prostatic Hyperplasia)
- Kanker Prostat
- Prostatitis (Radang Kelenjar Prostat)
• Gangguan Testis

- Torsio Testis
- Hernia Inguinalis
- Kanker Testis (Buah Zakar)
- Massa Skrotum
- Orkitis
- Epididimitis
- Pembengkakan Pada Testis
- Varicocele
- Hydrocele
• Disfungsi Seksual Pria

- Impotensi
- Gairah Seksua (Libido)l Yang Rendah
- Ejakulasi Sebelum Waktunya
- Ejakulasi Tertunda
- Ejakulasi Dini
- Erectile Dysfunction (ED) / Disfungsi Ereksi
- Disfungsi Seksual Pria
- Masalah Sperma

Program Pendidikan Ners (S-1) Keperawatan

Pendidikan Ners adalah pendidikan yang bersifat Akademik-Profesi yang dalam pelaksanaannya terdiri dari 2 (dua) tahapan yaitu tahapan pendidikan akademik dan tahapan pendidikan profesi. Program pendidikan ini mengacu pada metaparadigma keperawatan yang disepakati di Indonesia dan mempunyai landasan ilmu pengetahuan dan landasan keprofesian yang kokoh. Pada pelaksanaannya sangat dipengaruhi oleh kemampuan pada proses pemahaman dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan. Pada program pendidikan profesi terdapat masa penyesuaian professional bagi peserta didik dalam bentuk pengalaman belajar klinik dan pengalaman belajar lapangan dengan menggunakan tatanan pelayanan kesehatan nyata, khususnya pelayanan keperawatan.

Sesuai dengan Falsafah Keperawatan bahwa manusia dan kemanusiaan merupakan titik sentral setiap upaya pembangunan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Bertolak dari pandangan ini, disusun dan disempurnakan kembali paradigma keperawatan dalam bentuk metaparadigma keperawatan yang terdiri atas 4 (empat) konsep dasar yaitu manusia, lingkungan, kesehatan dan keperawatan.

TUJUAN PENDIDIKAN NERS DI INDONESIA

Program Pendidikan Ners di Indonesia, sebagai pendidikan profesi bertujuan mendidik peserta didik melalui proses belajar menyelesikan suatu kurikulum, sehingga mempunyai cukup pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk :

1. Melakukan Profesi Keperawatan secara Akuntabel dalam suatu sisitem pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijaksanaan umum pemerintah berlandaskan Pancasila, khususnya pelayanan dan atau Asuhan Keperawatan Dasar sampai dengan tingkat kerumitan tertentu secara mandiri kepada individu, keluarga, dan komunitas berdasarkan kaidah-kaidah keperawatan yang mencakup.

a. Menerapkan konsep, teori dan prinsip ilmu perilaku, ilmu sosial, ilmu biomedik, dan ilmu keperawatan dalam melaksanan pelayanan dan atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga dan komunitas.

b. Melaksanakan pelayanan dan atau asuhan keperawatan secara tuntas melalui pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan tindakan keperawatan, implementasi dan evaluasi baik bersifat promotif, prefentif, kuratif dan rehabilitatif, kepada klien dengan masalah keperawatan dasar dan rumit, sesuai dengan batas kewenangan, tanggung jawab dan kemampuannya serta berlandaskan etika profesi keperawatan.

c. Mendokumentasikan seluruh proses keperawatan secara sistematik, dan memanfaatkannya dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.

d. Bekerja sama dengan tenaga kesehatan dan disiplin ilmu lain dengan menerapkan prinsip manajemen dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang berorientasi kepada pelayanan dan asuhan keperawatan.

2. Mengelola pelayanan keperawatan profesional tingkat rendah secara bertanggung jawab dan menunjukkan sikap kepemimpinan yang mencakup:

a. Menerapkan teori manajemen dan kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi setempat dalam mengelolah pelayanan/ asuhan keperawatan

b. Melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan/ supervisi terhadap perawat pemula dalam mengelolah pelayanan/ asuhan keperawatan

c. Bertindak sebagai pemimpin formal dan tidak formal untuk meningkatkan motivasi dan kinerja staf keperawatan dalam mengelola pelayanan/ asuhan keperawatan.

d. Menggunakan berbagai strategi perubahan yang diperlukan untuk mengelola pelayanan/ asuhan keperawatan .

e. Menjadi contoh peran profesional dalam mengelola pelayanan/ asuhan keperawatan.

3. Mengelola kegiatan penelitian keperawatan dasar dan terapan yang sederhana dan menggunakan hasil penelitian serta perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan/ asuhan keperawatan yang mencakup:

a. Mengindentifikasi masalah kesehatan dengan menganalisis dan mensintesis informasi yang relevan dari berbagai sumber dan memperhatikan perspektif lintas budaya yang mendasari semua aspek sistim kesehatan.

b. Merencanakan dan melaksanakan penelitian dalam bidang keperawatan

c. Menggunakan hasil-hasil penelitian dan iptek kesehatan dalam pelayanan keperawatan sesuai dengan standar praktek keperawatan melalui program jaminan mutu yang berkesinambungan

d. Menerapkan prinsip dan tehnik penalaran yang tepat dalam berfikir secara logis, kritis dan madiri.

4. Berperan serta secara aktif dalam mendidik dan melatih calon perawat dan tenaga keperawatan serta turut berperan dalam berbagai program pendidikan tenaga kesehatan lain yang mencakup:

a. Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pengajaran dan pelatihan dalam bidang keperawatan.

b. Menerapkan prinsip pendidikan dalam kegiatan peningkatan kemampuan mahasiswa keperawatan, tenaga keperawatan dan tehaga kesehatan lain

c. Mensintesis berbagai Ilmu Pengetahuan keperawatan dasar dan klinik dalam memberikan pendidikan kepada mahasiswa keperawatan, tenaga keperawatan dan kesehatan lain.

5. Mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan profesional yang mencakup:

a. Menerapkan konsep-konsep profesional dalam melaksanakan kegiatan keperawatan

b. Melaksanakan kegiatan keperawatan dengan menggunakan pendekatan ilmiah

c. Berperan sebagai “pembaharu” dalam setiap kegiatan keperawatan diberbagai tatanan pelayanan keperawatan

d. Mengikuti perkembangan IPTEK secara terus menerus melalui kegiatan yang menunjang

e. Mengembangkan IPTEK keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu

f. Berperan secara aktif dalam setiap kegiatan ilmiah yang relefan dengan keperawatan.

6. Memelihara dan mengembangkan kepribadian dan sikap yang sesuai dengan etika keperawatan dalam melaksanakan profesinya yang mencakup:

a. Melaksanakan profesi keperawatan mengacu pada kode etik keperawatan yang mencakup hubungan perawat dengan klien, perawat dengan perawat, dan perawat dengan profesi lain.

b. Mentaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku

c. Bertindak serasi dengan budaya masyarakat dan tidak merugikan kepentingan masyarakat

d. Berperan serta secara aktif dalam perkembangan organisasi profesi

e. Mengembangkan Komunitas Profesional

7. Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif, produktif, terbuka untuk menerima perubahan serta berorientasi kemasa depan yang mencakup:

a. Menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk membantu menyelesaikan masalah masyarakat dengan fenomena keperawatan

b. Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan dan mengelola sumber yang tersedia.

c. Memilih dan menapis perubahan yang ada untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat

d. Memberi masukan pada berbagai lembaga pemerintah dan non-pemerintah tentang berbagai aspek yang terkait dalam keperawatan.

ORIENTASI PENDIDIKAN NERS

Dengan mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kesehatan khususnya keperawatan serta perkembangan tuntutan kebutuhan masyarakat dan pembangunan kesehatan di masa mendatang, serta bertolak dari tujuan pendidikan Ners yang diuraikan di atas, pengembangan dan pembinaan Pendidikan Ners di Indonesia berorientasi kepada ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam bidang keperawatan dan kepada masyarakat. Orientasi pendidikan memberikan arah pengembangan institusi pendidikan, termasuk berbagai kegiatan akademik dan pengembangan sumber-sumber yang diperlukan dalam melaksanakan kegiatan akademik dan profesi, meliputi :

1. Orientasi Ilmu dan Pengetahuan

Bahwa institusi pendidikan keperawatan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kesehatan, khususnya keperawatan. Melalui kurikulum pendidikan, khususnya materi pendidikan dan berbagai bentuk pengalaman belajar yang dilaksanakan di dalam suatu lingkungan belajar yang dilengkapi dengan fasilitas pendidikan yang diperlukan, memungkinkan peserta didik mengikuti dan menguasai perkembangan ilmu dan teknologi keperawatan/kesehatan dengan baik sehingga dapat ditumbuhkan dan dibina sikap dan kemampuan akademik-profesional pada peserta didik.

2. Orientasi Masyarakat

Memberikan arah bahwa program pendidikan diorientasikan kepada tuntutan kebutuhan masyarakat sekarang dan yang akan dating. Kurikulum pendidikan disusun dengan bertolak dari tujuan pendidikan yang diturunkan dari tuntutan kebutuhan masyarakat dan pembangunan kesehatan dimasa mendatang, dengan tetap memperhatikan pandangan dan tuntutan keprofesian dalam bidang keperawatan.

KERANGKA KONSEP PENDIDIKAN NERS

Bertolak dari tujuan pendidikan Ners dan orientasi pendidikan Ners, Pendidikan Ners disusun berdasarkan kerangka konsep yang kokoh yang mencirikan sebagai pendidikan berprofesi, seperti diuraikan berikut ini :

1. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi

Seluruh rangkaian proses pendidikan, mencakup isi dan berbagai bentuk pengalaman belajar ditata dan dilaksanakan agar peserta didik memahami dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan yang merupakan landasan utama dalam melaksanakan pelayanan dan/atau asuhan keperawatan kepada masyarakat.

2. Menyelesaikan masalah secara ilmiah

Kemampuan menyelesaikan masalah secara ilmiah “Scientific Problem Solving” pada peserta didik sejak dini ditumbuhkan dan dibina melalui rangkaian berbagai bentuk pengalaman belajar secara terintegrasi. Hal ini merupakan landasan utama menumbuhkan kemampuan dan membina kemampuan memahami dan menerapkan proses keperawatan yang merupakan metode utama yang digunakan Ners dalam melaksanakan asuhan keperawatan.

3. Sikap, Tingkah laku dan Kemampuan professional

Merupakan landasan utama dalam melaksanakan pelayanan dan/atau asuhan dengan berpedoman pada etika profesi keperawatan dan mengembangkan diri sebagai seorang sarjana keperawatan. Secara terintegrasi ditumbuhkan dan dibina kemampuan berpikir, bersikap dan bertindak sesuai kode etik keperawatan, konsep moral keperawatan, prinsip-prinsip keperawatan serta nilai dan kepercayaan pribadi peserta didik dalam mengambil keputusan klinik.

4. Belajar aktif dan mandiri

Bertujuan terbinanya kemampuan mengarahkan belajar sendiri dan berkelanjutan, dibina sejak dini pada awal pendidikan dan meningkat secara bertahap pada akhir pendidikan. Berbagai bentuk pengalaman belajar dirangkaikan dan dilaksanakan secara terarah sehingga dapat ditumbuhkan dan dibina sikap dan kemampuan belajar secara terus-menerus sesuai asas belajar sepanjang hayat dan hakikat profesi keperawatan.

5. Pendidikan di masyarakat

Sikap dan kemampuan professional seorang sarjana keperawatan yang dituntut untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat, ditumbuhkan dan dibina sepanjang proses pendidikan melalui berbagai bentuk pengalaman belajar yang dilaksanakan dan dikembangkan di masyarakat.

Cara Cepat Menyusun Skripsi

Biasanya, setiap kali mendekati skripsi, temen2 pada bingung mo ngapain aja, memulai darimana, canggung bisa selesai ato engga, dan bahkn yg ekstreemnya….temen2 ngerasa gag siap dan menunda semua hal tentang skripsi…sehingga hal itu sangat menghambat temen2 dala mengerjakan skripsi…

so, disini ada sedikit tips jitu biar bisa ngerjain skripsi dengan cepet dan selesai tepat waktu…

1. percaya diri

hal ini adalah yg utama dalam mempersiapkan diri anda untuk mengerjakan skripsi. niat dengan baik, dan mulailah dengan memohon kepada Allah untuk dilancarkan.

2. bikin time table

time table sangat penting dalam mengontrol jadwal kerja anda dan tujuan yg akan dicapai. mulai dari mencari bahan, bimbingan ke dosen, sampai membuat laporan.

3. berdayakan google

oke, ini mungkin agag aneh, tai memang google merupakan mesinpencari yang handal. anda bisa menemukan apa saja di google. so…try this…

4. jadilah orang yang santai

ya, skripsi pasti membutuhkan waktu yang lama dan konsentrasi yang tinggi. dengan fuktuasi kepastian yg tinggi, artinya…saat anda sudah menyelsaikan skripsi, kadang dosen menginginkan yg lebih, sehingga anda harus menambah dan mencari bahan lagi. untuk itu, jalani ini dengan santai…toh itu untuk kebaikan juga.

5. apa adanya

maksudnya adalah, seperti yg diceritakan nomor 4 tadi, saat anda harus menambah isi skripsi anda, dan jika anda sudah tidak mampu lagi untuk menambahnya, bilang apa adanya ke dosen pembimbing anda, pasti dosenakan mengerti dan jika bersedi, bliau akan membantu dengan baik.

6. carilah yang orang lain *temen* paham skripsi kita

ya…itu merupakan hal yang wajib, semisal kita bahas sepakbola, carilah temen yg paham sepakbola….disaat-saat yg kritis kita tidak bisa berbuat apa2 di dosen maupun diri kita sendiri, temen itu jadi senjata terakhir bagi kita. thats true..



just try it guy’s…..selamat mencoba… *tips di atas belu tentu cocok untuk semua orang*

CONTOH SISTEMATIKA PROPOSAL SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA KINERJA ORGANISASI DENGAN KUALITAS PELAYANAN
PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN SAMARINDA ILIR
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Kegunaan Penelitian
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
E. Teori Dan Konsep

1. Kinerja Organisasi
2. Pengertian Organisasi
3. Manajemen Organisasi

F. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Organisasi
1). Faktor Internal
2). Faktor Eksternal
2. Pelayanan Publik

* Pegawai Sebagai Abdi Masyarakat
* Jenis Pelayanan Publik
* Pelayanan Prima
* Pelayanan Berorientasi Keadilan
* Definisi Konsepsional
* Operasionalisasi Variabel

G. Hipotesis
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

1. Jenis Penelitian
2. Tempat dan Waktu Penelitian
3. Populasi dan Sampel
4. Teknik Pengumpulan Data
5. Alat Pengukur Data
6. Teknik Analisis Data

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Sistematika Penulisan Proposal Skripsi
(Penelitian Kualitatif)
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Kegunaan Penelitian
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori dan Konsep (Yang mendukung Variabel Peneltian)
1………………………
2. ……………………..
3. …………………….
dst………………………..
B. Definisi Konsepsional
C. Fokus Penelitian
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Tempat dan Waktu Penelitian
C. Sumber Data
D. Teknik Pengumpulan Data
E. Teknik Analisis Data
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Sistematika Penulisan Proposal Skripsi

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Kegunaan Penelitian

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori dan Konsep (yang mendukung variabel Penelitian)
1………………………
2. ……………………..
3. …………………….
dst…………………………


B. Definisi Konsepsional
C. Operasionalisasi Variabel
D. Hipotesis

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Tempat dan Waktu Penelitian
C. Populasi dan Sampel
D. Teknik Pengumpulan Data
E. Alat Pengukur Data
F. Teknik Analisis Data

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Contoh Kata Pengantar

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang KANKER PARU-PARU DAN PENGOBATANNYA, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang “Penyakit Kanker Paru-Paru” yang sangat berbahaya bagi kesehatan seseorang. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.

Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru bahasa Indonesia sang Penyusun yaitu Ibu Sumi yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara kami menyusun karya tulis ilmiah.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.







Jakarta, Januari 2008





Penyusun

Sistematika Penulisan Karya Tulis Ilmiah

Akhir-akhir ini banyak kita temui banyak teman-teman guru yang belum mengetahui sistematika penulisan karya tulis ilmiah.Oleh karena itu dalam kesempatan ini, izinkan saya menuliskan sistematika penulisan karya tulis ilmiah.

Semoga bermanfaat untuk teman-teman guru di seluruh Indonesia yang saat ini hendak mengusulkan dirinya untuk naik pangkat ke jenjang yang lebih tinggi.

SISTEMATIKA PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH

VERSI DEPDIKNAS UNTUK KENAIKAN PANGKAT

1. LAPORAN HASIL PENELITIAN :

A. Bagian Pembuka :

* Halaman judul.
* Lembar pengesahan.
* Kata pengantar.
* Daftar isi.
* Daftar Lampiran.

B. Bagian Isi :

Bab I Pendahuluan

- Latar belakang masalah.

- Rumusan masalah.

- Tujuan penelitian.

- Manfaat penelitian.

Bab II Kajian teori atau tinjauan kepustakaan

- Pemahasan teori

- Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan

- Pengajuan hipotesis

Bab III Metodologi penelitian

- Waktu dan tempat penelitian.

- Metode dan rancangan penelitian

- Populasi dan sampel.

- Instrumen penelitian.

- Pengumpulan data dan analisis data.

Bab IV Hasil Penelitian

- Jabaran varibel penelitian.

- Hasil penelitian.

- Pengajuan hipotesis.

- Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.

Bab V Kesimpulan dan saran

C. Bagian penunjang

- Daftar pustaka.

- Lampiran- lampiran antara lain instrument penelitian.

2. LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS :

A. Bagian Pembuka :

- Halaman judul.

- Lembar pengesahan.

- Kata pengantar.

- Daftar isi.

- Daftar Lampiran.

B. Bagian Isi :

Bab I Pendahuluan

- Latar belakang masalah.

- Identifikasi masalah.

- Pembatasan dan rumusan masalah.

- Tujuan penelitian.

- Manfaat hasil penelitian.

Bab II Kajian pustaka

- Kajian teori.

- Kajian hasil penelitian.

Bab III Metodologi / Metode penelitian

- Objek tindakan.

- Setting/Lokasi/Subjek penelitia.

- Metode pengumpulan data.

- Metode analisis data.

- Cara pengambilan kesimpulan.

Bab IV Hasil Penelitian

- Gambaran selintas tentang setting.

- Uraian penelitian secara umum – keseluruhan.

- Penjelasan per siklus.

- Proses menganalisa data.

- Pembahasan dan pengambilan kesimpulan.

Bab V Kesimpulan dan saran

- Kesimpulan.

- Saran untuk tindakan lebih lanjut.

C. Bagian penunjang/penutup

- Daftar pustaka.

- Lampiran- lampiran.

3. TINJAUAN/ULASAN ILMIAH HASIL GAGASAN SENDIRI :

A. Bagian Pendahuluan :

- Halaman judul.

- Lembar pengesahan.

- Kata pengantar.

- Daftar isi.

- Abstrak.

B. Bagian Isi :

Bab I : Pendahuluan uraian mengenai hal yang dipermasalahkan.

Bab II: Kajian teori dan fakta mengenai hal yang dipermasalahkan.

BabIII: Tinjauan/ulasan.

Bab IV: Kesimpulan.

C. Bagian penunjang :

- Daftar pustaka.

- Lampiran- lampiran.

1. 4. BUKU
1. A. Bagian Pendahuluan

- Kata pengantar

- Daftar isi

- Penjelasan tujuan buku pelajaran

- Petunjuk penggunaan buku

- Petunjuk pengerjaan soal latihan

1. B. Bagian isi

- Judul bab atau topic isi bahasan

- Uraian singkat isi pokok bahasan

- Penjelasan tujuan bab

- Uraian isi pelajaran

- Penjelasan teori

- Sajian contoh

- Ringkasan isi bab

- Soal latihan

- Kunci jawaban soal latihan

1. C. Bagian penunjang

- Daftar pustaka

- Lampiran-lampiran

5. MODUL :

1. Judul
2. Pengantar
3. Petunjuk penggunaan modul
4. Yujuan umum pembelajaran
5. Kemampuan prasyarat
6. Pretest
7. Tujuan khusus pembelajaran
8. Isi bahasan
9. Kegiatan belajar
10. Rangkuman
11. Tes
12. Sumber media yang digunakan
13. Tes akhir dan umpan balik
14. Rancangan pengajaran
15. Daftar pustaka

6. DIKTAT PELAJARAN:

A. Bagian Pendahuluan :

- Halaman judul.

- Kata pengantar.

- Daftar isi.

- Penjelasan tujuan diktat pelajaran.

B. Bagian Isi :

- Judul bab atau topik isi bahasan.

- Penjelasan tujuan bab.

- Uraian isi pelajaran.

- Penjelasan teori.

- Sajian contoh.

- Soal latihan.

C. Bagian penunjang :

- Daftar pustaka.

- Lampiran- lampiran.

7. ALAT PERAGA

A.Bagian Pembuka

– Halaman judul

– Lembar pengesahan

– Kata pengantar

– Daftar isi

B. Bagian isi

– Latar belakang pembuatan alat peraga

– Manfaat alat peraga

– Bahan yang digunakan

– Keadaan siswa sebelum dans esudah menggunakan alat peraga

– Prestasi siswa sebelum dan sesudah menggunakan alat peraga

– Foto / gambar alat peraga

Langkah Sederhana Peroleh Kecantikan Alami

Kecantikan tentu bisa diperoleh jika kita tetap menjaga dan merawatnya. Sebenarnya, untuk tampil cantik dan memesona, Anda tak perlu menyambangi salon kecantikan. Sebab, dengan menjalani serangkai perawatan sederhana Anda pun tetap bisa tampil cantik memesona.

Menyingkap rahasia kecantikan alami secara sederhana, SheKnows membeberkan panduan khusus yang bisa dipelajari kaum hawa, di antaranya :

Hilangkan kantung mata dengan spons dingin

Selain lingkar mata, kantung mata adalah salah satu masalah yang cukup serius dalam merusak penampilan wanita. Untuk yang memiliki kantung mata, tak perlu bingung mencari solusi yang terbaik, pasalnya ada trik sederhana, yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan kantung mata. Cukup sediakan spons bersih kemudian celupkan ke air dingin. Letakkan pada bagian kantung mata Anda. Secara perlahan kantung mata Anda akan menjadi hilang.

Hentikan mengkonsumsi kafein

Bagi Anda si penggila kopi, pastinya sangat sulit menghilangkan kebiasaan yang satu ini. Tetapi tahukah Anda? Mengkonnsumsi kafein ternyata dapat menambah selulit dan membuat tubuh tidak bisa menyerap vitamin dengan baik. Untuk itu, disarankan agar Anda mengkonsumsi dark chocolate sebagai gantinya. Dark chocolate sendiri memiliki dampak yang positif, yaitu mempertahankan keremajaan kulit.

Tidur dengan beberapa bantal

Percaya atau tidak, tidur tanpa alas kepala konon bisa menjadikan lingkaran hitam dibawah mata akan semakin terhilat jelas. Penyebabnya adalah karena leher tidak tertopang sama sekali. Ini menyimpulkan, leher Anda tetap bekerja meski dalam keadaan tidur. Oleh karena itu agar terlihat fresh saat bangun tidur, ada baiknya memberikan alas pada kepala Anda dan buatlah posisi leher dan tubuh Anda senyamna mungkin saat beristirahat.

Optimalkan manfaat timun dan madu

Bahan alami, seperti timun dan madu memang terbukti memiliki khasiat yang luar biasa dalam merawat kecantikkan. Untuk memperoleh kecantikan yang alami, Anda pun bisa memulainya dengan mengusapkan timun diseputar mata dan leher secara rutin.

Selain menyegarkan dan menghilangkan lingkaran hitam pada mata, timun juga bekerja melawan kerutan secara alami. Untuk melakukan perawatan dengan madu, awali dengan mencampur madu dan brown sugar dalam sebuah wadah atau mangkuk, dan panaskan dalam microwave sekitar 5 detik. Setelah dingin, aplikasikan racikan ini pada wajah Anda. Bila perwatan rutin ini rajin Anda terapkan tentunya kulit wajah akan terlihat lebih kencang dan bersinar.

Aktivitas Selama Hamil Bikin Jantung Bayi Sehat

SEMUA orang tahu olahraga merupakan cara yang baik untuk memelihara stamina tubuh. Tak hanya itu, tubuh bahkan bisa lebih langsing dan tampak bagus.

Ternyata, bagi wanita hamil, olahraga juga punya manfaat. Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa saat seorang calon ibu bekerja keras atau melakukan aktivitas fisik, janinnya akan mendapatkan efeknya, yakni jantung si janin makin kuat dan sehat. Setidaknya irama jantung tidak berdetak kencang melainkan melambat teratur. Demikian diungkapkan dalam pertemuan tahunan Experimental Biology 2008 di San Diego.

"Penelitian ini menyatakan bahwa seorang ibu yang melakukan aktivitas fisik tidak hanya mendapatkan manfaat bagi jantungnya sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi jantung si janin. Seperti hasil penelitian rintisan yang sudah dilakukan, kami berencana akan melanjutkan penelitian yang melibatkan banyak lagi wanita hamil," ujar Linda E. May, dari Department of Anatomy di Kansas City University of Medicine and Biosciences.

10 orang wanita berpartisipasi dalam penelitian ini, separuhnya melakukan aktivitas fisik yang lain tidak. Gerakan janin seperti bernapas, gerak tubuh dan mulut dimonitor dan direkam selama 24 minggu.

Para peneliti menemukan melambatnya irama jantung secara berarti yang terjadi selama para ibu ini melakukan aktivitas fisik. Sementara irama jantung janin pada para ibu yang tidak banyak beraktivitas justru lebih tinggi.

Nutrisi Otak Agar Anak Cerdas

Agar si kecil tumbuh sehat juga cerdas maka Kebutuhan yang diperlukan antara lain Lemak Pembangunan Otak, Lemak, terutama asam lemak (DHA dan ARA), adalah salah satu nutrisi yang penting untuk pertumbuhan otak dan mata si kecil. Kekurangan kedua jenis asam lemak esensial itu saat lahir berkorelasi dengan berat badan yang rendah, lingkar kepala yang kecil, dan ukuran plasenta yang rendah. Akibatnya perkembangan sistem saraf pusat dan kemampuan kognitif di masa selanjutnya pun turut terpengaruh. menurut suatu penelitian yang dipublikasian dalam Brithis Medical Journal, Inggris, tahun 2001.

Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, berikan ASI seoptimal mungkin untuk si kecil. Sebab ASI terbukti mengandung asam lemak yang dibutuhkan otak untuk bisa berkembang. Dari studi yang dilakukan di The University of Kentucky Chandler Medical Center, Amerika Serikat, terbukti IQ bayi yang diberi ASI jauh lebih tinggi dibanding dengan yang tidak diberi ASI. Dan, pada saat anak mulai diberikan makanan padat, kebutuhan asam lemak itu bisa Anda penuhi dengan memberikan ikan, telur bebek, susu yang diperkaya DHA dan ARA, atau minyak jagung.

Karbohidrat Bahan Bakar Otak Glukosa dari makanan yang kaya karbohidrat merupakan bahan bakar otak yang amat penting agar otak berfungsi optimal. Proses pengolahan informasi dan mengingat dapat berjalan dengan baik dengan terpenuhinya kebutuhan glukosa otak tersebut. Ini semua bisa didapatkan dengan memberikan anak berbagai jenis kacang-kacangan, kentang, buah-buahan seperti pisang, sawo, serta sayur-sayuran misalnya singkong dan daun ubi jalar.

Sedangkan untuk Protein Pembentukan Neurotransmiter adalah senyawa asam amino yang berperan terhadap proses pengolahan informasi di otak. Kadar ini sendiri amat berpengaruh terhadap seberapa banyak protein yang ada dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari Kebutuhan ini bisadidapat dari ikan, daging, keju, yogur dan kacang-kacangan Sedangkan kebutuhan Buah-buahan, Sayur-sayuran yang diperkaya antioksidan amat diperlukan untuk melindungi otak dari proses kerusakan sel-sel otak yang dapat menyebabkan kesulitan dalam mengingat, seperti proses belajarpun jadi lamban.

Bahayakah Seks Saat Hamil?

Sebagian perempuan takut melakukan hubungan seksual saat hamil. Beberapa merasa gairah seksualnya menurun karena tubuh mereka melakukan banyak penyesuaian terhadap bentuk kehidupan baru yang berkembang di dalam rahim mereka. Sementara di saat yang sama, gairah yang timbul ternyata meningkat. Ini bukan kelainan seksual. Memang ada masanya ketika ibu hamil mengalami peningkatan gairah seksual.

Trimester pertama: Minat menurun Pada trimester (3 bulan) pertama, biasanya gairah seks menurun. Jangankan kepingin, bangun tidur saja sudah didera morning sickness, muntah, lemas, malas, segala hal yang bertolak belakang dengan semangat dan libido. Fluktuasi hormon, kelelahan, dan rasa mual dapat menghisap semua keinginan untuk melakukan hubungan seks.

Trimester kedua: Minat meningkat (kembali) Memasuki trimester kedua, umumnya libido timbul kembali. Tubuh sudah dapat menerima dan terbiasa dengan kondisi kehamilan sehingga ibu hamil dapat menikmati aktivitas dengan lebih leluasa daripada di trimester pertama. Kehamilan juga belum terlalu besar dan memberatkan seperti pada trimester ketiga. Mual, muntah, dan segala rasa tidak enak biasanya sudah jauh berkurang dan tubuh terasa lebih nyaman. Demikian pula untuk urusan ranjang. Ini akibat meningkatnya pengaliran darah ke organ-organ seksual dan payudara.

Trimester ketiga: Minat menurun lagi Libido dapat turun kembali ketika kehamilan memasuki trimester ketiga. Rasa nyaman sudah jauh berkurang. Pegal di punggung dan pinggul, tubuh bertambah berat dengan cepat, nafas lebih sesak (karena besarnya janin mendesak dada dan lambung), dan kembali merasa mual, itulah beberapa penyebab menurunnya minat seksual. Tapi jika Anda termasuk yang tidak mengalami penurunan libido di trimester ketiga, itu adalah hal yang normal, apalagi jika Anda termasuk yang menikmati masa kehamilan. Anda juga termasuk beruntung karena tidak perlu tersiksa oleh kaki yang membengkak, sakit kepala, atau keharusan beristirahat total.

Selain hal fisik, turunnya libido juga berkaitan dengan kecemasan dan kekhawatiran yang meningkat menjelang persalinan. Pertanyaan yang paling umum adalah “apakah berhubungan seksual dapat membahayakan janin?”. Secara medis tidak ada sesuatu yang perlu dirisaukan jika kehamilan tidak disertai faktor penyulit, artinya kondisinya sehat-sehat saja. Yang termasuk faktor penyulit adalah ancaman keguguran, hipertensi, muntah-muntah yang berlebihan, atau kondisi kesehatan tertentu lainnya. Hal-hal yang dikhawatirkan dapat timbul karena melakukan hubungan seks terhadap kehamilan:

Keguguran

Banyak pasangan yang merasa khawatir bahwa seks selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran. Tapi sesungguhnya masalah sebenarnya bukan pada aktivitas seksual itu sendiri. Keguguran (early miscarriage) biasanya berhubungan dengan ketidaknormalan kromosom atau masalah lain yang dialami janin yang sedang berkembang. Bukan pada apa yang Anda lakukan atau tidak lakukan. Menyakiti janin Kontak seksual tidak akan menjangkau atau mengganggu janin yang terlindung oleh selaput dan cairan ketuban. Cairan ketuban adalah peredam kejut yang sangat baik sehingga gerakan saat senggama maupun kontraksi rahim saat orgasme akan teredam dan tidak mengganggu janin. Ejakulasi yang terjadi juga tidak akan membuat sperma menjangkau janin karena ada selaput ketuban yang melindungi. Penis pasangan Anda juga tidak akan menyentuh janin. Tetapi jika kenyamanan adalah masalahnya, tentu sebaiknya Anda membicarakan dengan pasangan Anda mengenai posisi pilihan.

Orgasme

Orgasme memicu kelahiran prematur karena orgasme dapat memicu kontraksi rahim. Namun kontraksi ini berbeda dengan kontraksi yang dirasakan menjelang saat melahirkan. Penelitian mengindikasikan bahwa jika Anda menjalani kehamilan yang normal, orgasme -dengan atau tanpa hubungan intim (yang berarti para lelaki tidak perlu melakukan penetrasi penis, cukup 'lainnya')- tidak memicu kelahiran prematur. Khawatir saja Jika Anda memiliki sindrom pra-menstruasi (PMS), besar kemungkinannya Anda akan mengalami mood swing yang lebih parah saat hamil. Ini tidak saja berpengaruh terhadap hasrat seksual, tapi juga kekhawatiran yang cenderung berlebihan pada dampaknya.

Perhatikan beberapa hal ini!! Jika Anda memilih seks oral, pastikan pasangan tidak meniupkan udara ke dalam vagina. Walaupun jarang, tapi masuknya udara ke dalam pembuluh darah (emboli) dapat berakibat fatal bagi Anda dan janin. Jadi sebaiknya dihindari sebisa mungkin. Hindari berbaring telentang selama berhubungan intim. Jika rahim (dan janin) menekan pembuluh darah utama di bagian belakang perut, Anda dapat merasa pusing (lightheaded) atau mual. Tapi jika anda tidak bermasalah dengan posisi ini, lakukan saja. Jika Anda memang sedang tidak ingin melakukan hubungan seksual, katakan apa adanya pada pasangan anda.

Cemas, tak nyaman, tidak tertarik sama sekali (no desire), atau tidak memungkinkan (harus menghindari) adalah beberapa alasan yang umum. Paparan pada penyakit menular seksual (PMS) selama kehamilan meningkatkan risiko infeksi yang dapat mempengaruhi kesehatan kehamilan dan janin. Jika Anda berganti pasangan seksual selama kehamilan, gunakan kondom saat berhubungan intim. Berkaitan dengan penyakit menular seksual: Safe sex is no sex. Keamanan 100% adalah ketika tidak berhubungan seksual. Ini tidak berarti bahwa suami-istri sebaiknya tidak berhubungan intim. Namun jika anda termasuk yang sering berganti-ganti pasangan seksual, camkan hal tersebut baik-baik.

Sebaiknya tidak berhubungan seks jika:

Placenta previa

Ini adalah keadaan dimana plasenta (sebagian atau seluruhnya) berada di bagian bawah rahim, menutupi mulut/jalan keluar janin. Plasenta normalnya terletak di atas rahim. Jika penetrasi menekan mulut rahim, dikhawatirkan akan terjadi perdarahan. Kelahiran prematur Ibu hamil dapat diduga mengalami kelahiran prematur jika mulai mengalami kontraksi reguler sebelum usia kehamilan 37 minggu yang menyebabkan mulut rahim mulai membuka.

Orgasme dikhawatirkan akan memicu kontraksi. Selain itu, paparan terhadap hormon prostaglandin di dalam semen (cairan sperma) juga dapat memicu kontraksi, yang walaupun tidak berbahaya bagi kehamilan normal, harus diwaspadai jika Anda memiliki risiko melahirkan (janin) prematur. Jika tetap memilih berhubungan seks, keluarkan sperma di luar vagina. Perdarahan (flek/vaginal bleeding) Perdarahan dapat dikaitkan dengan tanda-tanda keguguran. Sebaiknya hubungan seksual dihindari jika ada kasus perdarahan. Kecuali jika dokter Anda menyatakan bahwa flek yang anda alami adalah gejala normal yang kadang terjadi, tergantung usia kehamilan, kondisi janin, volume dan rupa flek, dan kondisi Anda sendiri.

Mulut rahim (cervix) lemah

Jika mulut rahim mulai membuka secara prematur, seks dapat meningkatkan risiko infeksi. Janin kembar Jika anda mengandung janin kembar, dokter/bidan mungkin menganjurkan untuk menghindari berhubungan intim saat kehamilan memasuki trimester tiga, walaupun hingga saat ini belum ditemukan ada hubungannya antara seks dengan kelahiran kembar prematur.

Tidak ada patokan yang ketat tentang batas seberapa sering hubungan seksual dapat dilakukan selama kehamilan. Sepanjang kondisi kehamilan Anda baik-baik saja, berapakalipun tidak masalah. Walaupun demikian, ada baiknya Anda memperhitungkan dampaknya agar tidak terlalu letih. Setelah melahirkan, kapan mulai berhubungan seks lagi? Tubuh Anda memerlukan waktu untuk pulih ke keadaan normal seperti sebelum hamil, baik melahirkan melalui vagina atau dengan operasi caesar.

Banyak dokter menyarankan untuk menunggu setidaknya 6 minggu sebelum mulai berhubungan intim atau selesai masa nifas. Periode ini memberi waktu bagi mulut rahim untuk kembali menutup dan bagi jahitan/luka untuk sembuh. Ketika Anda merasa siap untuk kembali berhubungan intim, mulailah perlahan. Gunakan metode yang dapat diandalkan sebagai alat kontrasepsi. Menyusui secara eksklusif (dianjurkan selama 6 bulan) akan memberi Anda perlindungan optimal. Walaupun 6 minggu telah terlewati, jika tubuh Anda merasa belum siap, jangan memaksakan diri. Pasangan Anda adalah orang yang paling patut untuk mengerti dan berempati atas kondisi yang sedang Anda alami.

Posisi Hubungan Seks Yang Terbaik Selama Kehamilan

Bila anda hamil bukan berarti anda tidak dapat melakukan hubungan seks lagi. Anda tetap dapat melakukan hubungan suami isteri selama anda hamil sembilan bulan kecuali tentu saja jika ada alasan secara medis dan atas saran dari dokter anda untuk tidak melakukan hubungan seks.

Tetapi pada saat kehamilan sudh semakin membesar maka perut andapun akan semakin besar dan saat itu anda perlu melakukan dan mencari posisi seks yang nyaman buat anda saat melakukan hubungan seks ini.

Beberapa Posisi Hubungan Seks Terbaik Selama Kehamilan:

• Posisi wanita diatas. Posisi ini yang paling nyaman untuk banyak ibu hamil terutama karena wanita hamil dapat mengontrol kedalaman penetrasi.

• Posisi duduk. Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau lanjut dimana tidak memerlukan banyak gerakan. Pria duduk dan wanita duduk diatasnya saling berhadapan atau membelakangi yang pria bila perut sudah sangat besar. Posisi ini juga memungkinkan wanita untuk mengontrol kedalaman penetrasi.

• Posisi laki-laki diatas tetapi berbaring hanya separuh tubuh.

• Posisi berlutut atau berdiri.

Yang paling penting dari semua posisi seks selama kehamilan ini adalah jangan meletakkan berat badan anda ke perut ibu hamil selama hubungan seksual atau batasilah tekanan diperut ibu hamil.

Yang tetap harus anda ingat, bahwa hubungan seksual dapat menjadi salah satu bagian penting dalam pernyataan perasaan kasih sayang, rasa aman dan tenang, kebersamaan, kedekatan perasaan dalam hubungan suami isteri. Tetapi jangan menjadikan hubungan seks memegang peranan paling berkuasa dalam keselarasan hubungan suami isteri. Anda tetap dapat menyatakan perasaan kasih sayang dengan saling bertukar pikiran (komunikasi), berpelukan, ciuman, ataupun pijatan tanpa harus melakukan hubungan seksual. Yang terpenting mencoba untuk saling mengerti keinginan pasangan.

Nutrisi Penting Ibu Hamil

Banyak perubahan yang terjadi dan dialami, baik secara fisik dan emosional ketika mulai mengandung. Anda harus selalu memperhatikan jadwal dan jenis makanan yang Anda konsumsi, karena pertumbuhan dan perkembangan janin tergantung dari nutrisi makanan ibu.

Beberapa zat gizi berperan vital dalam pertumbuhan janin. Selama kehamilan, metabolisme energi meningkat akibat perubahan sistem tubuh Anda dan perkembangan janin. Oleh karena itu, kebutuhan akan energi dan zat gizi harus ditingkatkan. Menambahkannya dengan cara apa? Tidak sekedar terus menerus menambah jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh, namun juga pertimbangkan segala sesuatu yang Anda konsumsi.

Kalori

Selama trismester kedua dan ketiga kehamilan membutuhkan 300 kalori per hari. Walaupun peningkatan ini tidak digunakan dalam trismester pertama, bukan berarti keseimbangan nutrisi tidak penting. Kalori tambahan ini diperlukan agar berat badan Anda meningkat (total 12 hingga 16 kg selama hamil). Hal ini sangat diperlukan untuk menghasilkan berat badan bayi yang cukup saat dilahirkan. Sebaiknya pada trismester pertama, pertambahan bobot hanya 0, 5 kg setiap bulannya. Sedangkan pada trismester kedua, 0, 5 kg setiap minggunya. Sdangkan di trismester terakhir (bulan ke-9), hanya boleh 0, 5 hingga 1 kg. Kalori dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi kacang-kacangan, buah, sereal, beras merah, sayur, kentang.

Protein

Protein sangat diperlukan untuk membangun, memperbaiki, dan mengganti jaringan tubuh. Ibu hamil memerlukan tambahan nutrisi ini agar pertumbuhan janin optimal. Protein dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi tahu, tempe, daging, ayam, ikan, susu, dan telur.

Kalsium

Penelitian menunjukkan bahwa janin memerlukan 13 mg kalsium dari darah ibu. Janin memerlukan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan giginya. Jika jumlah kalsium yang ia dapatkan kurang, maka ia akan mengambilnya dari tulang. Akibatnya Anda dapat mengalami pelunakan tulang (osteomalasia) nantinya. Kalsium dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi produk susu, tahu, brokoli, kacang-kacangan.

Zat besi

Kekurangan zat besi akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan janin menjadi terhambat. Kekurangan zat besi dapat meningkatkan resiko cacat (mortalitas) Anda dan janin. Karena kebutuhan zat besi sulit dipenuhi dari diet pola makan, maka terkadang pemakaian suplemen disarankan. Zat besi dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi bayam, daging merah, hati, ikan, unggas, kerang, telur, kedelai.

Asam folat (vitamin B)

Asam folat yang dikonsumsi sejak masa pembuahan dan awal kehamilan mampu mencegah cacat lahir pada otak dan tulang belakang. Penelitian menunjukkan resiko kelainan tulang belakang (spina bifida) dan kelainan ronggga otak (anensefali) menurun hingga 50%. Sangat disarankan untuk mendapatkan 400 mg asam folat per hari. Asam folat dapat Anda dapatkan dengan mengkonsumsi jus jeruk bayam, oatmeal, brokoli, stoberi, dan roti.

Cairan

Cairan diperlukan untuk meningkatkan volume darah dan air ketubah. Minum setidaknya 6 hingga 8 gelas setiap harinya. Mengurangi asupan cairan tidak akan mengurangi bengkak yang Anda alami. Akan tetapi dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Konsumsi cairan yang terbaik adalah air putih, selain itu Anda juga dapat mengkonsumsi sup, jus, dan teh.

Garam

Garam dapat membantu mengatur air dalam darah. Kebutuhan tubuh akan garam sedikit, sekitar 2000 hingga 8000 mg per hari. Beberapa ibu yang terkena darah tinggi atau preeklamsia bahkan tidak memerlukan tambahan akan konsumsi garam.

Jangan lupa untuk menghindari rokok, konsumsi alkohol dan kafein.

Menghitung Masa Subur

Menghitung masa subur. Hamil adalah suatu masa dari mulai terjadinya pembuahan dalam rahim seorang wanita sampai bayinya dilahirkan. Kehamilan terjadi ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual pada masa ovulasi atau masa subur dan sperma pria pasangannya akan membuahi sel telur matang wanita tersebut. Kehamilan adalah suatu hal yang ditunggu-tunggu bagi pasangan suami isteri yang mendambakan hadirnya seorang anak di keluarganya. Dengan hadirnya buah hati, keluarga akan penuh dihiasi oleh gelak canda tawa anak, suara riang anak, keluarga terasa semakin "hidup" dan yang terpenting keluarga terasa makin lengkap. Namun, ada kalanya pasangan suami isteri merasa kecewa karena kehamilan yang ditunggu-tunggu tidak jua kunjung datang. Sulitnya untuk hamil tersebut sampai-sampai menimbulkan stress yang mendalam pada pasangan suami isteri.

Banyak kendala yang membuat mereka sulit untuk mendapatkan kehamilan di mulai dari masalah Kesuburan, tingkat psikologi mereka, disfungsi hormon, dll. Namun ada kalanya kehamilan tidak mereka dapatkan karena mereka tidak tepat melakukan hubungan seksual. Mereka tidak mengetahui, kapan wanita memasuki masa subur sehingga kesempatan untuk terjadi ovulasi semakin besar.
Masa subur sangat besar artinya bagi mereka yang menginginkan hamil dan bagi yang ingin menunda kehamilan. Bagi yang menginginkan kehamilan, masa subur bisa dijadikan patokan untuk melakukan hubungan seksual karena saat ini ovulasi sedang terjadi sehingga kemungkinan hamil sangat besar. Sedangkan bagi yang mau menunda kehamilan, masa subur merupakan masa yang harus dihindari untuk mencegah terjadinya kehamilan.
Banyak cara dan metode yang dapat digunakan untuk mengetahui kapan masa subur tersebut, yaitu:
Sistem kalender.

Menentukan masa subur dengan menggunakan sistem kalender ada dua cara yaitu :
Bagi yang siklus haidnya teratur, masa subur berlangsung 14 +/- 1 hari haid berikutnya. Artinya masa subur berlangsung pada hari ke 13 sampai hari ke 15 sebelum tanggal haid yang akan datang.
Bagi yang siklus haidnya tidak teratur maka pertama tama harus dicatat panjang siklus haid sekurang kurangnya selama 6 siklus. Dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Sedangkan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 18, diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Misal : siklus terpanjang = 31, sedangkan siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 31 - 11 = 20, dan 26 -18 = 8, jadi masa subur berlangsung pada hari ke 8 sampai hari ke 20.
Penggunaan Tools Penghitung Masa Subur

Banyak tools atau software yang sekarang beredar yang dapat digunakan untuk menghitung masa subur. Dalam tool tersebut anda hanya tinggal memasukkan tanggal Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) setelah itu akan muncul tanggal perkiraan masa subur seseorang.
Di situs kami Bidanku.com juga kami sediakan tool yang dapat digunkan untuk menghitung masa subur anda. Selain masa subur, tool ini juga dapat digunakan untuk mengetahui:

*Masa Menstruasi
*KB Kalender: Masa dimana tingkat kesuburan rendah yang dapat digunakan untuk menghindari kehamilan.
*Masa Ovulasi: Masa dimana sel telur keluar dan siap untuk dibuahi.
*Konsepsi Bayi Laki-laki: Masa dimana kesempatan besar untuk konsepsi dengan bayi kelamin laki-laki.
*Konsepsi Bayi Perempuan: Masa dimana kesempatan besar untuk konsepsi dengan bayi kelamin perempuan.

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Pengetahuan akan Menghitung Usia Kehamilan masih banyak kurang dipahami oleh para ibu hamil. Padahal hal ini merupakan hal penting untuk dapat mengetahui usia kehamilan yang sedang dijalani. Dengan mengetahui usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat mengetahui perkembangan atau pertumbuhan organ apa yang sedang terjadi pada janinnya, kebutuhan apa yang diperlukan oleh janinnya dan hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama usia kehamilan tersebut. Selain itu, dengan mengetahui usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat mengetahui kapan jadwal pemeriksaan yang harus dilakukan baik ke dokter maupun ke bidan, sehingga dengan demikian diharapkan kehamilanyang sedang dijalani menjadi sehat dan menghasilkan buah hati yang berkualitas.

Selama ini kebanyakan untuk dapat menghitung usia kehamilan masih mengandalkan para ahli baik dokter atau bidan, memang hal ini merupakan yang dianjurkan demi ketepatan penghitungan usia kehamilan. Selain itu, biasanya menghitung usia kehamilan dilakukan dengan menggunakan usg, yang memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dengan mengukur ukuran tengkorak, panjang janin, ukuran jantung, ginjal dsb. Namun, tidak ada salahnya ibu hamil mengetahui cara menghitung usia kehamilan yang dapat dilakukan sendiri. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan ibu hamil untuk menghitung usia kehamilannya yang memiliki tingkat akurasi yang baik, diantaranya berdasar kepada:
Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)

Untuk dapat menghitung usia kehamilan anda berdasar HPHT hanya dapat dilakukan oleh ibu hamil yang memiliki siklus haid normal dan teratur (28-30 hari). Untuk taksiran usia kehamilan berdasar HPHT dapat menggunakan rumus Neagele, selain dapat menghitung usia kehamilan, rumus ini juga dapat digunakan untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL). Penggunaan rumus ini adalah dengan menambahkan 7 pada tanggal pertama dari haid terakhir, kemudian mengurangi bulan dengan 3 dan menambahkan 1 pada tahunnnya, sedangkan untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya Januari, Februari, dan Maret, maka bulannya ditambah 9, tapi tahunnya tetap tidak ditambah atau dikurangi.
contoh:
Jika HPHT anda adalah 16 nov 2008, maka:
16 -11 - 08
+ - +
7 3 1
23 - 8 - 09 (ini tanggal HPL)

Jadi taksiran waktu kelahiran anda adalah tanggal 23 agustus 2009, sedangkan untuk usia kehamilan tinggal menghitungnya setiap tanggal 23, jadi pada saat tgl 23 desember , berarti usia kehamilan anda menginjak satu bulan, 23 januari usia kehamilan 2 bulan ...dst.
Untuk Hari Perkiraan Lahir sebaiknya ditambah tenggang waktu plus atau minus 7 hari.
Tinggi Puncak Rahim

Cara menghitung usia kehamilan dengan metode tinggi puncak rahim adalah dengan meraba puncak rahim yang menonjol di dinding perut. Penghitungan dimulai dari tulang kemaluan sampai puncak rahim. Misalnya, jika jarak antara tulang kemaluan sampai puncak rahim adalah 18 cm, berarti kehamilan anda berusia 18 cm. Penghitungan ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan jari tangan. Setiap kenaikan 3 jari tangan menunjukkan pertambahan usia 3 minggu. Jika puncak rahim sudah berada di atas pusar, kenaikan jari menunjukkan pertambahan usia 4 minggu.
Namun, menghitung usia kehamilan dengan cara ini sudah jarang dilakukan.

Selain kedua cara tersebut di atas, sebetulnya ada dua cara lagi yang dapat dilakukan yaitu dengan mendeteksi denyut jantun janin pertama kali dan deteksi gerakan janin pertama kali. Namun untuk kedua metode ini tingkat akurasinya kurang, karena denyut jantung janin dan gerakan janin untuk pertama kali masih lemah, sehingga menyulitkan untuk medeteksinya.

Artikel Berhubungan

* Berat Badan Ideal Selama Kehamilan
* Efek Hormonal Terhadap Siklus Mens
* Hidramnion (Kelebihan Air Ketuban)
* Hormon-Hormon Kehamilan
* Jenis Kontraksi Persalinan Abnormal
* Kandungan Susu dan Manfaatnya Selama Kehamilan
* Kebutuhan Vitamin Bagi Ibu Hamil

Rumus untuk Menghitung Berat Badan Ideal

Ternyata, rumus untuk menghitung berat badan ideal telah ada sejak lebih dari seabad lalu. Rumus berat badan ideal yang pertama dibuat oleh seorang ahli bedah Perancis bernama Dr. P.P. Broca pada tahun 1897 (Halls, 2005).

Seiring dengan berjalannya waktu, Rumus Broca telah mengalami berbagai modifikasi. Hal ini setidaknya dapat dilihat dari tiga kutipan berikut.

Rumus Broca seperti yang dikutip dari tulisan Steven B. Halls (2005) adalah :

Wanita : Berat Badan Ideal (kg) = Tinggi Badan (cm) – 100 ± 15%
Pria: Berat Badan Ideal (kg) = Tinggi Badan (cm) – 100 ± 10%

Sedangkan Rumus Broca yang dikutip dari publikasi di Website Depkes RI adalah :

Bobot badan ideal (kg) = 90% x {tinggi badan (cm) - 100} x 1 kg
Khusus untuk pria dengan tinggi badan kurang dari 160 cm dan wanita kurang dari 150 cm, digunakan rumus : Bobot badan ideal (kg) = {tinggi badan (cm) - 100} x 1 kg
Interpretasi : seseorang dikatakan underweight bila bobot badannya kurang dari 90% bobot badan ideal.

Lain lagi yang dipublikasikan di Pikiran Rakyat (2004) :

(Tinggi Badan - 100) - 10% (Tinggi Badan - 100) , untuk usia <= 30 th
Tinggi Badan - 100, untuk usia > 30 th

Tetapi banyak orang menggunakan rumus yang sangat disederhanakan, yaitu :

Berat Badan Ideal = (Tinggi Badan - 100) - 10% (Tinggi Badan - 100)

Kemudian tahun 1974 Dr. BJ Devine mempublikasikan sebuah rumus baru untuk menghitung berat badan ideal. Rumus tersebut adalah (Halls, 2005) :

Men: Ideal Body Weight (in kilograms) = 50 + 2.3 kg per inch over 5 feet
Women: Ideal Body Weight (in kilograms) = 45.5 + 2.3 kg per inch over 5 feet

Rumus Devine ini sebenarnya dibuat untuk digunakan dalam dunia medis, yaitu menghitung dosis obat-obat tertentu seperti digoksin, teofilin, atau gentamisin. Tetapi kemudian penggunaannya semakin meluas. Sebagian besar rumus-rumus penghitung berat badan ideal yang dipajang di situs-situs internet menggunakan rumus ini.

Pada tahun 1983, Dr. JD Robinson mempublikasikan rumus penghitung berat badan ideal yang dimodifikasi dari rumus Devine (Halls, 2005).

Men: Ideal Body Weight (in kilograms) = 52 kg + 1.9 kg for each inch over 5 feet
Women: Ideal Body Weight (in kilograms) = 49 kg + 1.7 kg for each inch over 5 feet

Modifikasi rumus Devine juga dilakukan oleh Dr. DR Miller. Rumus tersebut adalah (Halls, 2005) :

Men: Ideal Body Weight (in kilograms) = 56.2 kg + 1.41 kg for each inch over 5 feet
Women: Ideal Body Weight (in kilograms) = 53.1 kg + 1.36 kg for each inch over 5 feet

Baik Rumus Devine, Robinson, maupun Miller tampaknya hanya tersedia dalam satuan inci dan feet (kaki). Sedangkan satuan dalam cm tidak penulis temukan saat tulisan ini dibuat.

Rumus lain yang banyak digunakan untuk mengetahui status berat badan adalah Indeks Massa Tubuh (IMT atau BMI, body mass index). Rumus ini lazim digunakan di bidang kesehatan termasuk oleh WHO (World Health Organization).

Pada rumus IMT, status berat badan dihitung dengan membandingkan berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (m). Rumusnya adalah :

IMT = BB / (TBxTB)

Jika nilai IMT sudah didapat, hasilnya dibandingkan dengan ketentuan berikut :

Nilai IMT < 18,5 = Berat badan kurang
Nilai IMT 18,5 - 22,9 = Normal
Nilai IMT 23-24,9 = Normal Tinggi
Nilai IMT 25,0 - 29,9 = Gemuk
Nilai IMT >= 30,0 = Gemuk Banget
Sumber : Adaptasi dari Kriteria WHO

Contoh penggunaan rumus IMT : Misal, A mempunyai berat badan 60 kg dengan tinggi badan 1,69 m, maka IMTnya adalah 60 / (1,69x1,69) = 21,01. Dengan nilai IMT 21,01, berat badan A termasuk dalam kategori normal.

Demikian, semoga membantu.

Referensi :

1. Halls SB (2005) : About arithmetic formulas for calculating ideal body weight. Dikutip 18 Nop 2005.

(Warta Medika)
 

Sample text

Sample Text

Sample Text